Dark/Light Mode

Prasasti Center Resmi Diluncurkan, Jadi Jembatan Pengusaha Dan Pemerintah

Selasa, 1 Juli 2025 18:44 WIB
Dewan Penasihat Prasasti Center for Policy Studies Hashim Djojohadikusumo. (Foto: Prasasti)
Dewan Penasihat Prasasti Center for Policy Studies Hashim Djojohadikusumo. (Foto: Prasasti)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga think tank independen Prasasti Center for Policy Studies resmi diluncurkan di Djakarta Theater, Senin (30/6/2025). Lembaga ini dihadirkan sebagai wadah kolaborasi lintas sektor yang bertujuan menjembatani kepentingan masyarakat sipil, dunia usaha, dan para pembuat kebijakan.

Anggota Dewan Penasihat Prasasti, Burhanudin Abdullah dalam pidato pembukaannya menegaskan, nama Prasasti dipilih sebagai simbol peradaban. “Seperti prasasti kuno yang menjadi saksi sejarah, kami ingin meninggalkan jejak intelektual untuk generasi mendatang,” ujarnya di hadapan sekitar 300 tamu undangan.

Menurut Burhanudin, lembaga ini lahir sebagai respons atas kebutuhan ruang dialog yang netral dan berbasis ilmiah. “Prasasti bukan milik elite tertentu, tapi milik bersama sebagai ruang bertemunya civil society, akademisi, dan pemerintah,” kata mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut.

Baca juga : Rio Capella Ditunjuk Jadi Plt Ketua DPD Hanura Jakarta

Peluncuran Prasasti turut didukung sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar belakang. Di antaranya pengusaha dan politisi Hashim Djojohadikusumo, mantan Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto, pengusaha Gandi Sulistiyanto, serta profesional seperti Ellyus Achiruddin. Hadir pula Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie yang menyampaikan dukungannya.

Direktur Eksekutif Prasasti, Nila Marita, menjabarkan tiga pilar utama yang menjadi landasan kerja lembaga ini, yaitu riset berbasis data, dialog strategis, dan kolaborasi lintas sektor. “Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik menyalakan lilin,” ujarnya, menggarisbawahi pendekatan solutif yang akan ditempuh Prasasti dalam menghadapi tantangan kebijakan nasional.

Prasasti didukung oleh sejumlah sponsor utama seperti Astra, Djarum Foundation, Triputra Agro Persada, TBS Energi Utama, Panbil Group, dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Di jajaran pengurusnya, tercatat sejumlah nama tokoh nasional seperti Jimly Asshiddiqie, Sudrajad Djiwandono, Ronald Waas, Halim Alamsyah, Arcandra Tahar, dan Chatib Basri.

Baca juga : Dagang Makin Gampang, Pengusaha Lebih Lincah

Untuk memperkuat kerja lembaga, Prasasti telah membentuk tim riset dengan metodologi ilmiah yang ketat. “Setiap data yang kami publikasikan akan melalui proses verifikasi berlapis dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis,” kata Nila.

Dalam waktu dekat, Prasasti berencana menerbitkan laporan triwulanan terkait perkembangan ekonomi nasional, serta menyelenggarakan forum diskusi rutin yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan.

Saat ini, menurut data yang disampaikan dalam peluncuran, Indonesia hanya memiliki 37 lembaga think tank, jauh tertinggal dibanding negara maju yang memiliki ratusan bahkan ribuan lembaga serupa. “Kehadiran Prasasti menjadi penting dalam memperkuat demokrasi berbasis data dan dialog,” kata Burhanudin.

Baca juga : Resmi Diluncurkan, $MORE Moonveil Listing di Banyak Bursa Kripto

Dalam wawancara terpisah, Hashim Djojohadikusumo menekankan pentingnya menjaga independensi lembaga. “Prasasti harus tetap kritis dan objektif, meski beberapa pendirinya memiliki afiliasi politik,” ujarnya.

Peluncuran diakhiri dengan penandatanganan simbolis prasasti oleh para anggota dewan pembina sebagai penanda dimulainya perjalanan lembaga ini dalam lanskap kebijakan publik Indonesia.

Dengan jaringan luas dan dukungan sumber daya yang kuat, Prasasti Center for Policy Studies diharapkan mampu memainkan peran strategis sebagai penyeimbang dan pengawal kebijakan berbasis bukti di tengah dinamika nasional yang terus berkembang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.