Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kasus Pengadaan Laptop Chromebook Rp 9,9 T
Tahanan Kota, 1 TSK Dipasangi Gelang GPS
Jumat, 18 Juli 2025 07:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kejaksaan Agung (Kejagung) memasangkan gelang kepada Ibrahim Arief (IBAM), mantan konsultan teknologi di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemenbudristek) yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Gelang berbasis Global Positioning System (GPS) itu untuk mendeteksi keberadaan IBAM, yang menjadi tahanan kota.
“Khusus terhadap tersangka IBAM, sudah dipasang kita punya alat, namanya gelang, untuk mendeteksi keberadaan yang bersangkutan di mana. Kan nggak ditahan, karena sakit, (jadi) tahanan kota,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna di Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2025).
Baca juga : Semoga Ekonomi Lebih Kuat Dan Kredit Tumbuh
Anang menambahkan, IBAM menjadi tahanan kota di wilayah DKI Jakarta. Jika hendak keluar dari provinsi tersebut, untuk berobat misalnya, dia harus mendapatkan izin dari penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung. Jika hanya berobat di wilayah Jakarta, izin tidak diperlukan. “Makanya kita pasangin gelang,” imbuhnya.
Terpisah, penasihat hukum IBAM, Indra Haposan Sihombing belum dapat memberikan tanggapannya.
“Mohon maaf, sementara belum bisa menanggapi,” ucapnya saat dihubungi, Kamis malam.
Baca juga : Bahlil: Ada Pihak Ingin RI Terus Impor Minyak
Dalam perkara ini, Gedung Bundar (Jampidsus) Kejagung telah menjerat empat orang sebagai tersangka.
Keempatnya adalah mantan Direktur SMP Kemendikbudristek MUL; mantan Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek SW; JT selaku mantan stafsus Menteri Nadiem; dan IBAM selaku konsultan di Kemendikbudristek.
M dan SW telah ditahan di rutan, sedangkan IBAM menjadi tahanan kota lantaran mengidap penyakit jantung kronis.
Baca juga : Jakarta Belum Berhasil Jinakkan Si Jago Merah
Sementara JT, telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) lantaran kerap mangkir saat dipanggil penyidik.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya