Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jelang HAN 2025, Nasyiatul Aisyiyah Dorong Kepedulian Terhadap ABH
Selasa, 22 Juli 2025 19:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) mendorong kepedulian terhadap Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) dalam bentuk remisi maupun reunifikasi keluarga sebagai hadiah peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada Rabu (23/7/2025).
“Nasyiatul Aisyiyah mendorong pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang sehat, cerdas, berkarakter, berpikir maju, terampil, dan berdaya saing,” kata Ketua Dep. Advokasi PP NA, Dede Dwi Kurniasih, Selasa (22/7/2025).
Diketahui, remisi bagi ABH dan reunifikasi keluarga merupakan dua hal yang berkaitan dalam konteks pemasyarakatan anak. Remisi adalah pengurangan masa hukuman yang diberikan kepada narapidana atau anak yang menjalani masa pidana.
Sementara itu, reunifikasi keluarga adalah upaya untuk mengembalikan anak yang berhadapan dengan hukum kepada keluarganya, jika memungkinkan dan sesuai dengan kepentingan terbaik anak.
Baca juga : Kolaborasi SWA Dan Keswa Dorong Kesehatan Mental Remaja
Dede berpendapat, pemberian remisi merupakan salah satu langkah baik yang perlu diapresiasi, mengingat akan berpangkal pada reunifikasi bagi ABH. Hitungannya, reunifikasi yang optimal itu hendaknya melibatkan keluarga dan lingkungan.
“Serta harus dilakukan secara holistik dengan melibatkan berbagai pihak terkait yakni Kementerian Sosial serta BAPAS agar proses reintegrasi ABH dengan masyarakat dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, optimalisasi bantuan berupa layanan pendidikan, kesehatan dan ketrampilan hendaknya berjalan bersamaan,” sarannya.
Tidak hanya remisi, kata Dede, pemantauan dan evaluasi juga dinilai penting untuk memastikan efektifitas reunifikasi agar anak benar-benar kembali ke keluarga dengan baik. Sebab, perlu satu negara yang baik untuk mendidik setiap anak.
Dede menegaskan, ABH termasuk anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan perhatian khusus. Mereka memiliki hak-hak yang sama dengan anak-anak lainnya, termasuk hak untuk mendapatkan perlindungan, pendidikan, dan perawatan yang layak.
Baca juga : Gelar Salat Idul Adha, Jajaran Polri Tingkatkan Kepedulian Demi Persatuan
Sebagai anak-anak, katanya, ABH juga memiliki kebutuhan fisik, emosional, dan sosial yang perlu dipenuhi. Misalnya, membutuhkan dukungan dan bantuan untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi untuk membangun masa depan yang lebih baik.
“Maka penting untuk mengutamakan kepentingan terbaik anak dan memastikan bahwa hak-hak mereka dihormati dan dilindungi,” katanya.
Ini, termasuk memberikan ABH terhadap akses ke pendidikan, perawatan kesehatan, dan dukungan psikososial, serta memastikan bahwa mereka tidak diperlakukan dengan kekerasan atau penelantaran.
“Dengan memahami bahwa ABH juga anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan perhatian khusus, kita dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi mereka, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” semangatnya.
Baca juga : Gelar HC Summit 2025, MIND ID Dorong Inovasi Dan Green Skills
Sementara, saat peringatan Hari Anak Nasional, PPNA mengajak masyarakat untuk bergandengan tangan dalam melindungi dan merawat anak-anak Indonesia. Pun sejumlah kegiatan akan dilakukan untuk memperingati ini.
Pertama, kegiatan senam pagi bersama anak-anak PAUD Aisyiyah dan SD Muhammadiyah untuk membangun kebersamaan dan kesehatan. Kedua, sekolah parenting sebagai penguatan edukasi bagi orang tua untuk menuju keluarga Tangguh. Terakhir, pemeriksaan kesehatan dan pengukuran tinggi badan untuk mendeteksi potensi masalah gizi seperti stunting dan gizi kurang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya