Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental remaja kembali ditekankan dalam acara “Mental Health Unplugged: Stories, Chats, and Laughs” yang digelar Sinarmas World Academy (SWA).
Kali ini SWA bekerja sama dengan Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa (Keswa).
Meskipun tidak hadir secara langsung, Mantan Menteri Kesehatan RI sekaligus inisiator Kaukus Keswa, Nila F. Moeloek tetap menyampaikan pesannya mengenai pentingnya peran sekolah dalam mendukung kesejahteraan psikologis generasi muda.
“Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi harus menjadi lingkungan yang membina pertumbuhan emosional dan psikologis anak,” ujar Prof. Nila dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (15/6/2025).
Menurutnya kolaborasi keluarga, sekolah, dan komunitas sangat penting agar remaja merasa aman untuk mengekspresikan diri dan mencari dukungan.
Baca juga : Kolaborasi BNI Dan Republikorp Dorong Kemandirian Industri Pertahanan Nasional
Acara ini menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang, mulai dari inisiator Kaukus Keswa, Ray Basrowi, aktivis sosial Inaya Wahid, hingga komika Mo Sidik, yang berbagi pengalaman dan strategi menghadapi tekanan hidup sehari-hari.
Kegiatan berlangsung interaktif, dipandu moderator Reno Fenady, dan dihadiri ratusan siswa, guru, serta orang tua.
Dalam sesi berbagi, Inaya Wahid menekankan pentingnya keberanian untuk terbuka dan mencari pertolongan ketika menghadapi tekanan mental.
“Tidak ada yang salah dengan merasa lelah atau terpuruk. Yang penting, kita mau bicara, meminta bantuan, dan saling mendukung. Dukungan lingkungan, baik keluarga maupun sekolah, adalah kunci,” ujar Inaya.
Mo Sidik, yang dikenal sebagai komika, juga membagikan sudut pandang uniknya tentang kesehatan mental melalui humor.
Baca juga : Lestari Moerdijat: Pelestarian Cagar Budaya Dorong Penguatan Identitas Bangsa
“Tertawa memang bukan solusi semua masalah, tapi kadang, lewat humor kita bisa menerima diri sendiri dan menjalani hidup lebih ringan. Jangan ragu untuk mencari kebahagiaan di tengah kesibukan belajar,” ungkap Mo Sidik.
General Manager SWA Deddy Djaja Ria, mengatakan, bahwa ketahanan emosional siswa sama pentingnya dengan prestasi akademik.
“Kami ingin siswa tak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga siap menghadapi tantangan hidup," ujarnya.
Melalui acara ini, SWA berkomitmen membangun literasi kesehatan mental, memecah stigma, dan memperkuat budaya empati di lingkungan sekolah.
“Diskusi terbuka dan edukasi seperti ini penting agar kesehatan mental menjadi fondasi generasi Indonesia yang tangguh dan penuh harapan,” tutur Prof. Nila.
Baca juga : Sampoerna Dorong Pemberdayaan UMKM Perempuan
Antusiasme peserta juga tercermin dari tanggapan para orang tua.
“Kadang kita sebagai orang tua terlalu sibuk mengejar keberhasilan anak secara akademis, tapi lupa bahwa mereka juga butuh ruang untuk merasa aman dan didengar. Acara ini membuka mata saya, bahwa kesehatan mental bukan sekadar isu anak, tapi juga tanggung jawab kita,” ujar Dwi Haryani, orang tua siswa SWA.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya