Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemprov Diminta Siapkan Lokasi Sementara Pedagang Korban Kebakaran Taman Puring
Selasa, 29 Juli 2025 20:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Jakarta (DKJ) diminta segera menyiapkan lokasi berjualan sementara bagi ratusan pedagang Pasar Taman Puring yang kehilangan mata pencaharian akibat kebakaran hebat pada Senin (28/7/2025).
Permintaan ini disampaikan Sekretaris Komisi A DPRD DKJ, Mujiyono, menyusul hangusnya ratusan kios yang mengancam stabilitas ekonomi warga.
"Keprihatinan mendalam atas kebakaran yang menghanguskan ratusan kios di Pasar Taman Puring," ujar Mujiyono di Jakarta, Selasa (29/7/2025).
Politikus Partai Demokrat ini menekankan, penyediaan lokasi sementara merupakan langkah darurat untuk memulihkan perekonomian pedagang kecil yang terdampak.
Baca juga : Pemprov DKI Gelar Sosialisasi dan Serah Terima Kunci Hunian Kampung Susun Bayam
Mujiyono meminta Pemprov DKJ segera mengidentifikasi lokasi alternatif agar aktivitas perdagangan dapat segera kembali berjalan. "Agar pedagang bisa kembali berjualan dan pemulihan ekonomi bisa dimulai secepatnya. Data pedagang terdampak harus didokumentasikan secara akurat," tegasnya.
Selain menyoroti kebutuhan mendesak lokasi berjualan sementara, Mujiyono juga mengapresiasi respons cepat petugas pemadam kebakaran yang berhasil mencegah korban jiwa. Namun, dia menilai insiden ini mengungkap kelemahan sistem pencegahan kebakaran di pasar tradisional.
"Ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan, tapi juga menyoroti kelemahan sistem pencegahan kebakaran di pasar tradisional," ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Mujiyono mendesak audit menyeluruh terhadap infrastruktur kelistrikan di seluruh pasar tradisional di Jakarta.
Baca juga : Rekening Dormant Anda Dihentikan Sementara? Ajukan Keberatan Via Link Ini
"Audit menyeluruh terhadap sistem kelistrikan, instalasi listrik kios, dan sarana proteksi kebakaran di seluruh pasar tradisional, termasuk pemasangan alarm, MCB (Miniature Circuit Breaker), dan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) sebagai standar wajib," jelasnya.
Tidak hanya itu, politisi senior ini juga menekankan pentingnya pembaruan desain pasar untuk menjamin keselamatan publik. Menurutnya, pasar harus didesain dengan lorong yang cukup untuk mobil pemadam, ventilasi memadai, dan material bangunan tahan api.
"Dengan lorong yang cukup untuk mobil pemadam, ventilasi yang memadai, dan bahan bangunan yang tahan api," tegas Mujiyono.
Mengenai edukasi keselamatan, Mujiyono menyarankan agar pedagang diberikan pelatihan penanganan kebakaran secara berkala. "Pedagang perlu diberikan pelatihan evakuasi dan penanganan kebakaran ringan secara berkala," ucapnya.
Baca juga : Pemprov DKI Manfaatkan CSR Bangun Septic Tank Komunal Di Permukiman Padat
Mujiyono mengingatkan bahwa kebakaran serupa pernah terjadi sebelumnya di Pasar Taman Puring. Oleh karena itu, dia mendorong pendekatan lebih radikal dari Pemprov DKJ.
"Sudah saatnya dipertimbangkan opsi relokasi pedagang ke tempat yang lebih aman atau melakukan redevelopment total dengan sistem keselamatan modern," tegasnya.
Ia berkomitmen akan mendorong reformasi regulasi pengelolaan pasar tradisional di Jakarta, agar pengawasannya lebih ketat dan progresif untuk meminimalisit kasus kebakaran.
"Dengan penekanan pada keselamatan, pemantauan rutin, dan akuntabilitas pengelola terhadap standar teknis minimum," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya