Dark/Light Mode

Pemprov DKI Manfaatkan CSR Bangun Septic Tank Komunal Di Permukiman Padat

Senin, 28 Juli 2025 10:46 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri kegiatan groundbreaking pembangunan septic tank komunal terintegrasi teknologi tepat guna biogas dan septic tank skala rumah tangga di Rusunami Bidara Cina, Jakarta Timur, Senin (28/72025). (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri kegiatan groundbreaking pembangunan septic tank komunal terintegrasi teknologi tepat guna biogas dan septic tank skala rumah tangga di Rusunami Bidara Cina, Jakarta Timur, Senin (28/72025). (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memulai pembangunan septic tank komunal terintegrasi teknologi tepat guna biogas dan septic tank skala rumah tangga untuk mengatasi persoalan buang air besar (BAB) sembarangan di permukiman padat penduduk.

“Persoalan buang air besar sembarangan ini masih menjadi persoalan yang mendapatkan perhatian kita Pemprov DKI Jakarta, walaupun dibandingkan daerah lainnya sebenarnya di Jakarta sudah relatif cukup rendah,” ujar Gubernur Pramono saat di groundbreaking Rusunami Bidara Cina, Jakarta Timur, Senin (28/72025).

Pramono mengapresiasi kerja sama lintas sektor, termasuk pelibatan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), serta kontribusi ahli biogas nasional.

“Karena bagaimanapun seperti yang dilihat sekarang di Bidara Cina ini, pemerintah Jakarta dalam hal ini Jakarta Timur sudah secara serius, sungguh-sungguh menyelesaikan ini bekerja sama dengan ahli untuk biogas," lanjutnya.

Baca juga : Pemprov DKI Tidak Akan Lindungi Food Station Jika Terbukti Menjual Beras Oplosan

Teknologi biogas yang digunakan dalam pembangunan ini tidak hanya bertujuan untuk menyediakan septic tank, tetapi juga mengubah limbah menjadi energi terbarukan. 

“Partisipasi CSR, siapapun yang terlibat kami mengucapkan terima kasih karena ini betul-betul sesuatu yang mendasar, yang menyangkut kebutuhan orang, menyangkut apa yang sehari-hari dibutuhkan masyarakat dan mudah-mudahan bisa merubah perilaku yang ada di masyarakat,” tutur Pramono.

Dia juga menegaskan, upaya ini adalah bagian dari pembenahan kota secara menyeluruh. 

“Untuk tidak lagi buang air besar sembarangan dan lebih tertib, menunjukkan bahwa Jakarta secara perlahan-lahan kita benahi dan akan membuat kehidupan masyarakat menjadi sehat, bersih,” tambahnya.

Baca juga : Pemprov DKI Siap Luncurkan Koperasi Merah Putih Di 276 Kelurahan

Pramono menegaskan, penyelesaian dilakukan berdasarkan komunikasi langsung dengan masyarakat serta laporan dari tingkat wilayah.

“Saya menargetkan, mohon maaf, segala perhatian saya, tidak semua daerah itu melaporkan, ini kan bersifat pribadi. Tetapi karena kami berkomunikasi dengan masyarakat dan dengan RW dan walikota, yang seperti inilah yang akan kita selesaikan,” jelasnya.

Gubernur juga meminta kepala wilayah untuk lebih aktif melaporkan dan menyelesaikan titik-titik rawan sanitasi. 

“Jadi saya akan meminta Walikota untuk melaporkan dan menyelesaikan karena beberapa masyarakat padat masih terjadi dan itu yang akan kita selesaikan,” sambungnya.

Baca juga : Prabowo Di Kongres PSI, Disambut Ribuan Kader Dengan Seruan Yel-yel Dua Periode

Sebelum pembangunan septic tank, sebagian besar warga di daerah tersebut masih membuang kotoran ke saluran air dan sungai. 

“Ya, sebagian besar pasti ke sungai. Nah ini yang kita rubah. Pola cara yang seperti ini kita rubah dan saya yakin pasti masyarakat akan bisa menerima untuk bisa BAB yang lebih nyaman,” ucapnya.

Di menegaskan, fasilitas baru ini akan memberikan kenyamanan dan privasi yang lebih baik bagi masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.