Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie Meninggal Dalam Usia 90 Tahun
Selasa, 29 Juli 2025 06:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Menko Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) Kwik Kian Gie meninggal dunia dalam usia 90 tahun, Senin (28/7/2025) malam.
Kabar duka ini antara lain disampaikan Cawapres 2019 sekaligus mantan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno via platform media sosial X.
Untuk diketahui, Kwik Kian Gie adalah penasihat bidang ekonomi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pemilu 2019.
"Selamat jalan, Pak Kwik Kian Gie. Ekonom, pendidik, nasionalis sejati. Mentor yang tak pernah lelah memperjuangkan kebenaran. Yang berdiri tegak di tengah badai, demi kepentingan rakyat dan negeri. Indonesia berduka," tulis Sandiaga Uno, Senin (28/7/2025).
Baca juga : Takad Maung Bandung Muda Tampil Apik Di Piala Asia U-17 Dan Piala Dunia
Kwik Kian Gie lahir di Juwana, Pati, 11 Januari 1935. Riwayat pendidikan tingginya dimulai di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1956 (tingkat persiapan).
Kemudian, pada 1963, Kwik melanjutkan ke Nederlandsche Economische Hogeschool di Rotterdam, Belanda.
Kehidupan di Belanda rupanya membawa perubahan besar bagi Kwik. Dia yang semula berangkat ke Belanda sendirian, balik ke Tanah Air pada tahun 1970 dalam kondisi bertiga. Kwik menikahi gadis Rotterdam, Dirkje Johanna de Widt yang kemudian memberinya tiga anak. Dua di antara anak mereka, lahir di Negeri Kincir Angin.
Baca juga : Menhan Dan Menkes Bersinergi Bangun 14 RS Di Zona Hitam Papua
Begitu kembali ke Indonesia, Kwik terjun ke dunia bisnis. Diawali dengan menakhodai Indonesia Financing & Investment Company.
Tahun 1987, Kwik meninggalkan dunia bisnis. Hijrah ke dunia pendidikan dan politik. Bersama dua rekannya, Kaharudin Ongko dan Djoenaedi Joesoef, Kwik mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Institut Bisnis Indonesia (STIE IBII).
Kwik yang memutuskan berpolitik, bergabung dengan PDI. Dia mengepalai Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) pada tahun 1991-1998, sekaligus menjadi salah satu Ketua DPP PDI.
Baca juga : Sleeping Prince Pangeran Al Waleed Meninggal Dunia Setelah 20 Tahun Koma
Kwik lalu dipercaya menjadi Wakil Ketua MPR RI pada 1999, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Indonesia (Menko Ekuin) periode 1999–2000, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) periode 2001–2004.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya