Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
12,5 Juta Siswa Lintas Agama Binaan Kemenag Akan Ikuti Program CKG
Senin, 4 Agustus 2025 14:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan siap mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto berupa Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak usia sekolah. Program ini mulai dilaksanakan serentak hari ini, Senin (4/8/2025), di berbagai lembaga pendidikan agama dan keagamaan lintas agama di seluruh Indonesia.
“Program Cek Kesehatan Gratis ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk menyiapkan generasi muda yang sehat secara jasmani dan rohani. Ini sejalan dengan nilai-nilai inti setiap agama yang menekankan pentingnya kesehatan sebagai bagian dari ibadah dan keberlangsungan hidup,” ujar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, usai meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis, di Pondok Pesantren Asshidiqiyah, Jakarta Barat, Senin (4/8/2025).
Menag melanjutkan, tubuh yang sehat menjadi sarana agar tiap manusia dapat beraktivitas dan beribadah dengan optimal. "Kesehatan dan kebugaran ini sangat penting (untuk) menjadi hamba yang taat dan menjadi khalifah," ujar Menag.
Lintas Iman, Lintas Lembaga
Menag menjelaskan, Pelaksanaan CKG akan menyasar madrasah, pesantren, satuan pendidikan keagamaan Kristen, Katolik, Hindu (Widyalaya), dan Buddha (Dhammasekha). Langkah ini memperkuat komitmen dan dukungan Kemenag dalam memberikan pelayanan inklusif lintas iman.
Baca juga : Ciptakan Lapangan Kerja, Pengusaha Brazil Puji Program MBG
Tercatat ada 12.548.995 peserta didik binaan Kemenag berpotensi mendapatkan layanan kesehatan gratis, meliputi: 9.179.847 siswa Madrasah (Madrasah Ibtidaiyah/MI, Madrasah Tsanawiyah/MTs, Madrasah Aliyah/MA); 3.339.536 santri pondok pesantren; 18.090 siswa pendidikan Kristen; 7.032 siswa pendidikan Katolik; 3.421 siswa pendidikan Hindu (Widyalaya); 1.069 siswa pendidikan Buddha (Dhammasekha Formal)
"Pelaksanaan CKG menjadi langkah strategis dalam menanamkan budaya hidup sehat sejak dini di semua lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia. Saya ingin lembaga pendidikan agama dan keagamaan menjadi contoh terdepan dalam pelaksanaan program ini," ungkap Menag.
Dukung Visi Indonesia Emas 2045
Menag menegaskan, pelaksanaan CKG akan menjadi momentum penting dalam mendukung Visi Indonesia Emas 2045, khususnya dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
"CKG di lembaga pendidikan agama dan keagamaan menjadi krusial dan mendukung visi Indonesia 2045," tuturnya.
Baca juga : Pemprov Diminta Siapkan Lokasi Sementara Pedagang Korban Kebakaran Taman Puring
Menag meminta seluruh lembaga pendidikan agama dan keagaman untuk mendukung program ini. Tidak hanya menyiapkan ruang kelas dan aula sebagai tempat pemeriksaan, tetapi juga menyediakan alat ukur tinggi badan, timbangan, dan lembar pemeriksaan penglihatan. "Guru dan tenaga kependidikan juga kami minta terlibat dalam proses pendampingan teknis,” ujarnya.
Dia meminta seluruh Kepala Kantor Wijaya (Kanwil) tingkat provinsi dan Kepala Kantor Kemenag tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk mengawal program CKG tersebut. "Siapa pun sekolah-sekolah yang tidak memberikan perhatian penuh, nanti kami akan berikan semacam perhatian khusus," kata Menag.
Selain itu, Kemenag akan melakukan sosialisasi secara intensif kepada orang tua dan peserta didik, mendorong aktivasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan pemanfaatan aplikasi Satu Sehat Mobile, sehingga hasil pemeriksaan bisa langsung diakses secara digital dan berkelanjutan.
Menag berharap, program CKG tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan menjadi bagian dari gerakan nasional membangun kesadaran kesehatan yang berakar pada nilai-nilai keagamaan.
Baca juga : Ikuti Pameran Di Singapura, UMKM Binaan BRI Ini Buktikan Kekuatan Produk Lokal
“Dengan menjangkau anak-anak dari berbagai agama dan latar belakang, program ini menjadi simbol nyata bahwa membangun masa depan bangsa harus dimulai dari kerja bersama lintas iman, lintas institusi, dan lintas generasi,” pungkas Menag.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya