Dark/Light Mode

Kementan Dorong Pertanian Modern Lewat Inovasi Mekanisasi

Selasa, 5 Agustus 2025 18:56 WIB
Prototipe gerobak sorong bertenaga listrik (wheel barrow) karya peneliti dan dosen dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr. Lila Yuwana.
Prototipe gerobak sorong bertenaga listrik (wheel barrow) karya peneliti dan dosen dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr. Lila Yuwana.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong transformasi pertanian Indonesia dari sistem tradisional menuju pertanian modern. Transformasi dilakukan lewat pengenalan berbagai inovasi mekanisasi terbaru dalam gelaran INSIDE atau Inspiring to Develop.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah prototipe gerobak sorong bertenaga listrik (wheel barrow) karya peneliti dan dosen dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr. Lila Yuwana.

Inovasi ini dirancang untuk meringankan beban kerja petani, terutama dalam mengangkut hasil panen seperti tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

“Gerobak sorong listrik ini hadir untuk mengatasi hambatan tersebut, dengan desain ergonomis, hemat energi, dan ramah lingkungan,” ujar Lila, dikutip Selasa (5/8/2025).

Lila menjelaskan, selama ini pengangkutan manual TBS sering menurunkan produktivitas dan memicu gangguan muskuloskeletal pada pekerja, karena bobotnya yang bisa mencapai 44 kilogram.

Baca juga : Menteri HAM Larang Pengibaran Bendera One Piece di Hari Kemerdekaan

Prototipe gerobak listrik ini memakai motor DC 24 volt bertorsi tinggi, dilengkapi pengontrol kecepatan sederhana, serta mudah dioperasikan oleh petani.

Uji coba awal menunjukkan alat ini mampu mengangkut beban hingga 100 kilogram secara efektif.

“Prototipe ini sudah siap diterapkan di perkebunan kelapa sawit, meskipun masih memerlukan peningkatan tampilan produk sebelum dikomersialisasikan. Saat ini tim kami juga berencana melengkapi gerobak dengan sensor berat, jarak tempuh, dan kecepatan, serta melakukan uji pasar dan mempersiapkan komersialisasi,” jelasnya.

Selain inovasi dari dalam negeri, teknologi pertanian dari luar negeri juga turut ditampilkan.

Chookumhee Jang dari Ilssang Industry Co., Ltd., Korea Selatan, memperkenalkan perangkat germinasi benih padi Choi-Agi (SP-300), yang ditujukan untuk menggantikan metode tradisional yang dinilai tidak efisien dan tergantung cuaca.

Baca juga : Dorong Gaya Hidup Sehat, Indofood Genjot Inovasi Produk Dan Edukasi Konsumen

Perangkat tersebut memungkinkan proses perendaman dan germinasi berlangsung simultan di dalam air, dengan pengaturan kelembaban, suhu konstan, dan pasokan oksigen yang optimal.

Hasilnya, benih bisa berkecambah dalam waktu sekitar 48 jam, dengan tingkat germinasi mencapai 90 persen dan keseragaman lebih dari 85 persen.

Perangkat ini telah diuji coba di Indonesia, salah satunya di Pusat Penelitian Padi Subang, pada 1 Oktober 2024.

Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) Agung Prabowo menegaskan, pihaknya akan terus fokus mengembangkan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan petani serta kondisi agroekosistem Indonesia.

“Industri pertanian kita harus berani berevolusi, dan kunci utamanya adalah mekanisasi serta modernisasi berbasis riset dan inovasi,” ujarnya.

Baca juga : Kementerian UMKM Fasilitasi 18 Pengusaha Mikro Masuk Rantai Pasok MBG

Agung juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam membangun ekosistem pertanian modern.

“Pertanian tidak lagi bisa berdiri sendiri. Kita harus bangun bersama, karena masa depan pangan nasional ada di tangan kita semua,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.