Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hormati Sikap PDIP
Demokrat Pernah Jadi Penyeimbang Pemerintah
Rabu, 6 Agustus 2025 07:20 WIB
Sebelumnya
“Kami bukan oposisi yang membabi buta. Kami kritis terhadap kebijakan yang tidak pro-rakyat, tapi tetap mendukung langkah Pemerintah yang berpihak pada kepentingan rakyat dan bangsa,” jelasnya.
Menurut Yan, pilihan PDIP untuk mengambil peran penyeimbang dapat dilihat sebagai bentuk kematangan politik. Dia mengklaim, pengalaman masa lalu Demokrat mungkin saja menjadi referensi di tengah iklim demokrasi saat ini.
“Yang paling penting, pada akhirnya, baik berada di dalam maupun di luar pemerintahan, semua partai punya tanggung jawab yang sama. Yaitu, menjaga arah kebijakan agar tetap sejalan dengan kepentingan rakyat dan masa depan Indonesia,” pungkasnya.
Baca juga : Kasus Pengolahan Anoda Logam Antam, KPK Sita Uang Rp 100,7 M
Diketahui, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengatakan, PDIP bersikap tidak masuk ke dalam kabinet, tetapi bakal mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang pro rakyat.
Walaupun tidak berada di dalam Kabinet Merah Putih, Megawati mengatakan, partainya tidak akan menjadi oposisi.
“Peran kita adalah memastikan bahwa pembangunan nasional tetap pada rel konstitusi,” katanya.
Baca juga : Lindungi Nasabah Bank Bulion, Perkuat Peran LPS
Meski mendukung Prabowo, Megawati menggaransi tetap bersikap kritis dan tegas terhadap setiap penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila, keadilan sosial, dan hukum yang berlaku.
“Kita akan bersuara lantang jika ada kebijakan yang tidak sesuai dengan amanat penderitaan rakyat,” tegasnya.
Presiden ke-5 Republik Indonesia ini mengingatkan, keberpihakan partai tidak ditentukan oleh posisi di dalam atau luar pemerintahan. Megawati mengutip pernyataan Presiden Soekarno, keberpihakan adalah pada kebenaran dan moralitas politik.
Baca juga : Indonesia Siap Geber Industri Baterai EV
“PDI Perjuangan akan terus menjadi pelopor perjuangan rakyat,” pungkasnya.
Diketahui, Partai Demokrat akhirnya bergabung pada Pemerintahan Jokowi di sisa masa jabatan Kabinet Indonesia Maju yang tinggal delapan bulan lagi. Yaitu, ditandai dengan penunjukan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
AHY dilantik sebagai Menteri ATR/BPN oleh Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/2/2024). Butuh waktu lebih dari sembilan tahun untuk Demokrat bergabung dengan koalisi Pemerintah. Partai yang dibidani Susilo Bambang Yudhoyono ini berada di luar pemerintahan sejak 2014. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya