Dark/Light Mode

Australia-PBNU Sepakat Perkuat Kerja Sama Pendidikan Dan Budaya

Rabu, 6 Agustus 2025 10:58 WIB
Menteri Pembangunan Internasional, Usaha Kecil, dan Multikultural Australia Anne Aly dan Ketua PBNU Alissa Wahid. (Foto : Ist)
Menteri Pembangunan Internasional, Usaha Kecil, dan Multikultural Australia Anne Aly dan Ketua PBNU Alissa Wahid. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Australia dan Nahdlatul Ulama (NU) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kolaborasi di bidang pengembangan masyarakat, pendidikan, dan hubungan antarbudaya.

MoU ini ditandatangani Menteri Pembangunan Internasional, Usaha Kecil, dan Multikultural Australia Anne Aly dan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Alissa Wahid di kota kelahiran NU, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (5/8/2025). 

Dikutip dari keterangan tertulis Kedutaan Besar Australia, Selasa (5/8/2025), kerja sama ini menandai komitmen berkelanjutan Australia dalam menjalin hubungan erat dengan komunitas Muslim terbesar di Indonesia.

Baca juga : Jasa Raharja Perkuat Sinergi Nasional Optimalkan Penerimaan SWDKLLJ Dan IW

NU dan Australia telah menjalin kemitraan jangka panjang yang berfokus pada pembangunan berbasis komunitas. Dengan jangkauan ke lebih dari 40 persen populasi Muslim Indonesia hingga ke pelosok desa, NU dianggap sebagai mitra strategis untuk memperluas dampak sosial.

Nota Kesepahaman ini mencakup kerja sama di berbagai sektor, termasuk penanggulangan bencana, pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, serta pertukaran budaya yang mempererat hubungan masyarakat kedua negara.

“Merupakan kehormatan tersendiri dapat hadir di Surabaya untuk memperkuat kemitraan antara Australia dan NU,” ujar Menteri Anne Aly, yang juga menjadi perempuan Muslim pertama dalam Kabinet Australia.

Baca juga : Dubes RI Untuk Sri Lanka Dewi Tobing Bahas Kerja Sama Agribisnis Dengan Mentan

Dia menjelaskan, nota kesepahaman ini akan mendukung berbagai inisiatif pembangunan komunitas di kedua negara. 

Sementara itu, Alissa Wahid, perempuan pertama yang duduk di Dewan Pimpinan Pusat NU, menyambut baik kerja sama ini.

“Kemitraan ini akan memperluas dampak kegiatan NU dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan Indonesia. Melalui pertukaran keahlian dan pengetahuan, kami dapat memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga : Hadapi Era Industri 5.0: USNI Luncurkan Transformasi Pendidikan dan Logo Baru

Selain membawa misi diplomasi pembangunan, kehadiran Menteri Aly juga memperingati 35 tahun hubungan sister province antara Australia Barat dan Jawa Timur.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.