Dark/Light Mode

Festival Lembah Baliem 2025 Sukses, Banjir Turis Dan Pecahkan Rekor MURI

Jumat, 8 Agustus 2025 16:35 WIB
Festival Budaya Lembah Baliem ke-33 digelar di Wamena, Papua Pegunungan secara maraton medio 7-9 Agustus 2025. Foto: Istimewa
Festival Budaya Lembah Baliem ke-33 digelar di Wamena, Papua Pegunungan secara maraton medio 7-9 Agustus 2025. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Festival Budaya Lembah Baliem 2025 mencetak sejarah baru. Kali ini, berhasil meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk penampilan 1.500 pemain musik tradisional pikon dan penari etai yang tampil bersamaan. Kegiatan ini, juga terbanyak dikunjungi sepanjang penyelenggaraan.

Festival Budaya Lembah Baliem ke-33 ini digelar di Wamena, Papua Pegunungan secara maraton medio 7-9 Agustus 2025.

Acara ini, menjadi perhelatan budaya terbesar di Papua, dengan kehadiran ribuan wisatawan lokal dan mancanegara di acara ini.

Tokoh masyarakat Papua, Maximus Tipagau menyambut baik atas raihan rekor MURI ini. Baginya, Festival Lembah Baliem merupakan aset budaya yang harus dijaga dan dikembangkan, dengan tujuan mengenalkan Papua ke seluruh dunia.

Baca juga : Festival Budaya Lembah Baliem 2025 Siap Guncang Papua

Pria yang dikenal sebagai Maximus Gladiator Papua menyampaikan, acara ini mampu mendorong ekonomi lokal secara signifikan. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merasakan lonjakan permintaan yang cukup tinggi.

“Baik pedagang pasar tradisional maupun yang membuka stan di sekitar lokasi acara, semuanya mengalami peningkatan pendapatan yang drastis. Produk lokal seperti kerajinan tangan, kuliner khas Papua, pakaian adat, hingga souvenir budaya laris manis diburu wisatawan,” kata Maximus.

Pemantauannya, banyak wisatawan asing terlihat antusias berinteraksi langsung dengan para pengrajin lokal, membeli produk buatan tangan sambil mendalami filosofi dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Maximus berharap, dengan keberhasilan tahun ini, Pemerintah Daerah Jayawijaya bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan berkomitmen mengembangkan Festival Lembah Baliem secara berkelanjutan.

Baca juga : Menkum Resmikan 3.258 Posbankum Di Sumsel, Pecahkan Rekor MURI

“Diharapkan ke depan, festival ini semakin memperkuat posisi Papua dalam peta pariwisata dunia, menjadi wadah pelestarian budaya, dan sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal,” pungkasnya.

Diketahui, acara ini dibuka oleh Bupati Jayawijaya Athenius Murib, didampingi Wakil Bupati Ronny Elopere, Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol, serta dihadiri tokoh masyarakat Papua Maximus Tipagau.

Festival ini, pertama kali diselenggarakan pada tahun 1989 sebagai upaya memperkenalkan budaya suku Dani, Lani, dan Yali ke publik nasional maupun internasional. Festival Lembah Baliem, kini telah menjadi ikon budaya Papua yang mendunia.

Setiap tahun, festival ini menampilkan berbagai atraksi budaya seperti perang adat, tarian tradisional, musik lokal, pameran kerajinan, pawai budaya, dan kuliner khas.

Baca juga : Cosplay Dan Musik Sulap Cikarang Rasa Jepang

Tahun ini, penyelenggara menghadirkan program khusus seperti lokakarya budaya dan diskusi interaktif dengan tokoh adat serta akademisi lokal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.