Dark/Light Mode

Dukung CKG Untuk Anak Sekolah, IDAI: Data Pemeriksaan Bisa Jadi Basis Kebijakan

Jumat, 8 Agustus 2025 22:26 WIB
Ilustrasi cek kesehatan gratis. Foto: Dwi Pambudo/RM
Ilustrasi cek kesehatan gratis. Foto: Dwi Pambudo/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendukung penuh pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi semua anak usia sekolah. Dukungan ini disebut sebagai bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini berbagai masalah kesehatan yang kerap luput terpantau.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subs Kardio(K), menegaskan organisasi yang ia pimpin siap mendukung program ini melalui berbagai cara, salah satunya dengan pelatihan tenaga kesehatan untuk memperkuat kapasitas dokter umum, perawat, dan kader kesehatan sekolah. “Dengan standar pemeriksaan anak berbasis ilmu terkini,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (8/8).

Piprim mengungkap, sejak 2022 IDAI sudah gencar melakukan sosialisasi dan advokasi pentingnya pemeriksaan rutin lewat Program Paediatrician Social Responsibility (PSR). Program ini menjadi wadah dokter anak untuk memberikan kontribusi langsung ke masyarakat, terutama lewat pemeriksaan dan edukasi kesehatan.

Baca juga : Dubes RI Untuk Kanada Muhsin Syihab: Festival Makanan Jadi Jembatan Budaya Dan Sejarah

"IDAI juga telah mengembangkan panduan protokol pemeriksaan kesehatan anak sekolah yang terstandardisasi," lanjutnya.

Sekretaris Umum IDAI, Dr. dr. Hikari Ambara Sjakti, Sp.A, Subsp. Hema-Onk(K), menekankan pentingnya pemeriksaan gratis yang benar-benar menjangkau seluruh anak Indonesia. 

“Bukan hanya di sekolah-sekolah perkotaan atau daerah dengan fasilitas kesehatan memadai,” kata Hikari. 

Baca juga : Dukung Gizi Anak, Batam Salurkan Bantuan MBG Atasi Stunting

Ia menambahkan, perhatian juga harus diberikan pada anak-anak yang sudah putus sekolah. “Perlu juga dipikirkan bagaimana untuk menjangkau anak putus sekolah,” ujarnya.

Menurut dr. Hikari, pemeriksaan kesehatan gratis idealnya meliputi anak yang bersekolah maupun tidak, dari wilayah perkotaan hingga pelosok dengan akses kesehatan terbatas. 

Model pemeriksaan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mendeteksi masalah seperti malnutrisi, anemia, gangguan penglihatan dan pendengaran, infeksi, hingga penyakit kronis.

Baca juga : Kisah Iqbal, Dari Penerima Beasiswa Jadi Perwira Pertamina

Pemeriksaan kesehatan berkala, jelasnya, juga penting untuk memantau tumbuh kembang anak. Indikator fisik, kognitif, dan emosional akan diukur untuk memastikan perkembangan anak selaras dengan pertambahan usia. Momentum ini sekaligus menjadi ruang edukasi mengenai kesehatan, gizi seimbang, kebersihan diri, dan pencegahan penyakit menular.

IDAI juga menyarankan agar hasil pemeriksaan tidak berhenti di meja laporan, melainkan ditindaklanjuti. Anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan perlu segera dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Data yang terkumpul dari pemeriksaan bisa menjadi bahan penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan basis bukti yang kuat, kebijakan kesehatan anak bisa dirancang lebih tepat sasaran dan efektif di seluruh Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :