Dark/Light Mode

Mengapa Bung Karno Pilih 17 Agustus 1945 Jadi Hari Kemerdekaan RI? Ini Alasannya

Senin, 11 Agustus 2025 09:27 WIB
Presiden Soekarno memproklamasikan kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945. (Foto: dok/arsip/museum-proklamasi)
Presiden Soekarno memproklamasikan kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945. (Foto: dok/arsip/museum-proklamasi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setiap tahun, kita merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus. Tapi tahukah Anda, kisah di balik terpilihnya tanggal 17 Agustus 1945 sebagai tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI? 

Dalam sejarah Proklamasi Kemerdekaan RI yang dilansir situs resmi Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg), Presiden pertama RI Ir. Soekarno atau Bung Karno membeberkan beragam alasan pemilihan tanggal 17 Agustus 1945. Mulai dari alasan mistis hingga religius.

Baca juga : SIM Keliling Tangerang Kota Senin 11 Agustus, Cek Di Sini Lokasinya

Bung Karno awalnya sempat didesak Sukarni - tokoh sentral Proklamasi Kemerdekaan RI, terutama dalam peristiwa Rengasdengklok - untuk memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 16 Agustus 1945. Namun, Bung Karno mengaku telah berencana untuk menjalankannya pada tanggal 17 Agustus 1945, sejak masih berada di Saigon, Vietnam.

Sekadar latar, pada tanggal 9 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta pergi ke Saigon dan Da Lat bersama sebagai Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Mereka menemui pimpinan tentara Jepang untuk Asia Timur Raya, terkait pengeboman Hiroshima dan Nagasaki yang menyebabkan Jepang berencana menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.

Baca juga : SIM Keliling Jakarta Senin 11 Agustus, Hadir Di 5 Lokasi

"Saya seorang yang percaya pada mistik. Saya tidak dapat menerangkan dengan pertimbangan akal, mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. Akan tetapi saya merasakan di dalam kalbuku, bahwa itu adalah saat yang baik," ungkap Bung Karno dalam dialog dengan para pemuda di Rengasdengklok, sebagaimana ditulis Lasmidjah Hardi (1984:61) dan dikutip Kemensesneg. 

"Angka 17 adalah angka suci. Pertama-tama kita sedang  berada dalam bulan suci Ramadhan, waktu kita semua  berpuasa, ini berarti saat yang paling suci  bagi kita. tanggal 17 besok hari Jumat, hari Jumat itu  Jumat legi, Jumat yang berbahagia, Jumat  suci. Al-Quran diturunkan tanggal 17, orang Islam sembahyang 17 rakaat, oleh karena itu  kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia," imbuhnya. 

Baca juga : SIM Keliling Bekasi Senin 11 Agustus, Hadir Di Burger King Harapan Indah

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.