Dark/Light Mode

Cerita 2 Pelajar Papua Kibarkan Merah Putih Di Istana: Bangga, Tapi Deg-degan

Kamis, 14 Agustus 2025 15:46 WIB
Franciscus dan Stincek, dua Paskibraka asal Papua, siap kibarkan Merah Putih di Istana Negara pada HUT ke-80 RI di hadapan Presiden Prabowo. (Foto: RM.ID/UMM)
Franciscus dan Stincek, dua Paskibraka asal Papua, siap kibarkan Merah Putih di Istana Negara pada HUT ke-80 RI di hadapan Presiden Prabowo. (Foto: RM.ID/UMM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dua putra-putri asal Papua akan bertugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (17/8/2025).

Mereka adalah Franciscus Sakfiris Pahabolisage, pelajar SMA Negeri 1 Wamena, utusan Provinsi Papua Pegunungan, dan Stincek Laramiapa, pelajar SMA Negeri 1 Nabire, utusan Provinsi Papua Tengah.

Franciscus bercerita bahwa menjadi Paskibraka adalah impiannya sejak lama. Namun, dulu ia hanya bisa menyaksikan upacara di televisi. Kini, ia berdiri di barisan pengibar bendera di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga : Sambut HUT RI ke-80, KAI Daop 1 Jakarta Hadirkan Nuansa Merah Putih Di Kereta, Hingga Stasiun

“Tentu sangat senang, bahagia karena dulu cuma lihat di televisi atau HP, sekarang bisa lihat langsung di depan. Terima kasih Bapak Presiden, kami semangat dan bangga karena bisa bertemu Bapak langsung,” kata Franciscus di Jakarta, Kamis (14/8/2025).

Ia mengakui, proses seleksi yang dilaluinya cukup menantang, terutama persiapan fisik. “Belum pernah lari, push up, atau sit up. Pas tes langsung kaget, lapangannya besar sekali. Tapi justru itu membuat saya semakin semangat,” tuturnya.

Sementara itu, Stincek menegaskan tekadnya untuk tampil maksimal di hadapan Presiden Prabowo Subianto. “Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengibarkan bendera pusaka dengan hasil terbaik. Saya ingin membanggakan negara kita,” kata Stincek.

Baca juga : Menko PMK Luncurkan Gerakan Kitatangguh Untuk Hadapi Bencana

Ia sempat ragu bisa lolos seleksi hingga tingkat nasional. Namun, kini merasa bersyukur dapat bertugas di momen bersejarah.

“Awalnya kami belum saling mengenal, tapi pelatihan membuat kami paham arti kekompakan dan kebersamaan. Kita harus saling memahami dan fokus, bukan hanya pada diri sendiri, tapi juga pada tim,” jelasnya.

Meski mengaku gugup, Stincek memandang kesempatan ini sebagai kebahagiaan yang tak ternilai.

Baca juga : Pemerintah Gaspol Program Pembangunan Papua, Dari Gizi Anak hingga Ekonomi Desa

“Yang pasti gugup bertemu langsung dengan Bapak Presiden. Tapi ini adalah kebahagiaan atas hasil usaha kami sendiri,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.