Dark/Light Mode

Kobarkan Persatuan

Koorpus BEM Nusantara Imbau Mahasiswa Kibarkan Merah Putih

Minggu, 3 Agustus 2025 15:26 WIB
Koordinator Pusat BEM Nusantara Muksin Mahu. Foto: Istimewa
Koordinator Pusat BEM Nusantara Muksin Mahu. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia, Koordinator Pusat BEM Nusantara Muksin Mahu mengajak seluruh mahasiswa di Indonesia untuk mengibarkan bendera Merah Putih di lingkungan kampus, asrama, dan pemukiman masing-masing sepanjang bulan Agustus.

"Tidak ada simbol lain yang pantas menggantikan kehormatan Sang Saka Merah Putih di Negeri ini," ujar Muksin dalam keterangannya, Minggu (3/8/2025).

Ajakan ini sekaligus menanggapi maraknya penggunaan simbol bajak laut dalam serial kartun One Piece yakni bendera tengkorak yang belakangan ini dikibarkan oleh sejumlah individu dan komunitas sebagai bentuk simbolik perlawanan yang tidak jelas.

"Ini sengaja untuk memecah belah persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa, dan sengaja untuk memburamkan sejarah kemerdekaan di negeri ini," kata dia.

Dia menilai fenomena mengibarkan bendera bajak laut One Piece di bulan kemerdekaan ini adalah bentuk ekspresi yang keliru. Bahkan berpotensi menjadi provokasi dan mencoba untuk memecah bela persatuan.

Baca juga : BEM Nusantara Ajak Mahasiswa Kibarkan Bendera Merah Putih

Merah Putih, ditegaskan, adalah satu-satunya simbol resmi negara. Menggantinya dengan simbol kartun dalam konteks kemerdekaan adalah bentuk ketidakpekaan sejarah terhadap perjuangan para pahlawan-pahlawan yang sudah rela memerdekakan bangsa dan negara ini.

Merah Putih, sambungnya, juga warisan suci dari para pahlawan yang telah rela berkorban jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.

Tindakan menggantikan atau menyandingkan Merah Putih dengan simbol-simbol fiksi, apalagi yang identik dengan pemberontakan atau anarki seperti bajak laut, dapat mengaburkan makna perjuangan kemerdekaan dan merusak spirit kebangsaan.

"Bendera bukan mainan, ia identitas dan harga diri negara serta menjadi simbol persatuan bangsa. Kita harus edukasi publik, khususnya generasi muda, untuk tidak ikut arus tren yang melecehkan simbol negara," tegasnya.

Diingatkan, bulan Agustus ini bukan hanya perayaan, tapi momen kontemplatif untuk kembali menyadari betapa mahalnya kemerdekaan ini diraih oleh para pahlawan-pahlawan bangsa.

Baca juga : Menlu Kamboja Temui Perwakilan Negara Sahabat, Bahas Konflik Dan Upaya Damai

Bahkan sejarah sudah mencatat bahwa pengibaran bendera Merah Putih bukan hanya sekedar seremoni kenegaraan. Karena 19 September 1945, insiden perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato, Surabaya menjadi simbol bahwa bangsa Indonesia tidak ingin dijajah kembali.

"Dan anak-anak muda kala itu, dengan berani memanjat tiang dan merobek warna biru dari bendera Belanda menjadi Merah Putih, itulah yang kemudian harus di kenang oleh kita bahwa perjuangan mereka bukan sekedar perjuangan untuk memerdekakan tanah air ini," ingatnya.

Semangat seperti itulah yang harus hidup di dada pemuda hari ini. Karena pengibaran bendera merah putih adalah simbol bahwa generasi penerus siap menjaga kedaulatan, bukan hanya teritorial, tetapi juga budaya, dan identitas jati diri anak bangsa di masa depan nanti.

Oleh karena itu, menurutnya, mahasiswa tidak boleh kehilangan arah dan identitas dirinya sebagai anak bangsa yang benar-benar menghayati perjuangan para pahlawan-pahlawannya.

Jangan sampai hanya mengenang kemerdekaan tanpa makna. Generasi muda, harapnya, harus terus menjaga semangat gotong royong, keberagaman, dan solidaritas nasional.

Baca juga : Menkop Minta Masyarakat Awasi Koperasi Desa Merah Putih

Karena mengibarkan Merah Putih adalah langkah awal untuk bangkit menyalakan semangat-semangat lalu yang sudah pernah dikobarkan oleh para pahlawan dan para leluhur demi untuk memerdekakan tanah air tercinta ini.

BEM Nusantara, tutur Muksin, akan menyebarkan seruan nasional ke seluruh pengurus BEM daerah dan kampus-kampus se-Indonesia untuk mengkoordinasikan kegiatan pengibaran bendera, upacara kemerdekaan, lomba tradisional, dan diskusi kebangsaan sepanjang Agustus.

BEM Nusantara juga akan mendorong narasi positif di media sosial agar semangat nasionalisme tidak hanya hidup di lapangan saja. Tapi juga harus menggema di ruang digital yang kini menjadi ruang pertempuran ideologi dan persepsi publik.

"BEM Nusantara mengajak seluruh elemen bangsa, mahasiswa, pelajar, pemuda, dan masyarakat umum untuk sama-sama menjadikan bulan Agustus ini sebagai bulan perenungan kolektif," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.