Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
80 Tahun Merdeka: Tantangan dan Harapan Generasi Z untuk Indonesia
Minggu, 17 Agustus 2025 05:47 WIB
Indonesia hari ini memeringat kemerdekaan ke-80 tahun. Sebuah angka yang menandai jalan panjang bangsa Indonesia yang berupaya menuju Indonesai sejahtera. Kita masih ingat para guru kita menceritakan tentang kemerdekaan dengan perlawanan fisik melawan para penjajah. Saat ini, kemerdekaan mempunyai wajah baru yang jauh lebih kompleks. Bagaimana makna kemerdekaan menurut gen Z, apakah sama sebagaimana makna kemerdekaan para pendiri bangsa ini, ataukah ada tafsir lain sesuai dengan generasi mereka saat ini?
Jika dahulu kala kemerdekaan ditafsirkan sebagai perjuangan untuk merebut dan mengusir para penjajah dari ibu pertiwi ini, saat ini kemerdekaan dimaknai lebih luas dan kompleks. Bagaimana bangsa Indonesia yang sudah berusia 80 tahun bisa berdiri tegak menuntaskan penjajahan gaya baru dalam bentuk ketimpangan ekonomi, kasus korupsi yang tidak pernah berhenti, hingga ancaman disinformasi di ruang digital. Kemerdekaan di era digital tidak sekadar mengibarkan Bendera Merah Putih, melainkan juga soal kecakapan digital, kemandirian ekonomi, keberanian mengawal demokrasi, serta kemampuan generasi muda menjadi penggerak perubahan menuju Indonesia terang benderang. Bukan Indonesia gelap yang selama ini dinarasikan oleh sebagian kelompok, karena alasan hingga detik ini belum mencapai titik keadilan sosial.
Gen Z Penentu Arah Bangsa
Gen Z menjadi kelompok demografis yang dominan di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, jumlah gen Z diperkirakan mencapai 74,93 jiwa atau hampir sebesar 28 persen dari total populasi bangsa ini. Kelompok ini lahir antara tahun 1997 hingga 2012, yang menjadikan kelompok mereka memiliki kekuatan besar yang akan memengaruhi sejarah bangsa Indonesia ke depan.
Baca juga : Fahira Idris: Lapangan Pekerjaan untuk Semua, Pilar Indonesia Emas 2045
Besarnya jumlah Gen Z bukan hanya merepresentasikan potensi sumber daya manusia yang melimpah, melainkan juga menjadi penentu arah bangsa ke depan. Dengan tumbuh di tengah revolusi digital, Gen Z diharapkan menjadi motor penggerak ragam inovasi, kreativitas, demokratisasi informasi, serta transformasi sosial menuju Indonesia terang benderang.
Gen Z menjadi parameter bonus demografi Indonesia mengingat jumlahnya sangat besar. Namun demikian, potensi ini tidak secara otomatis akan membawa keberuntungan jika tidak diimbangi dengan dukungan yang nyata, baik dukungan dari pemerintah maupun masyarakat. Akses pendidikan berkualitas misalnya, menjadi kunci strategis untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Selama ini, gen Z kerap dituding sebagai generasi manja yang terlalu bergantung pada teknologi dan kaum rebahan yang mager, yang secara realitas mereka hidup di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang tidak ringan.
Oleh karena itu, keberhasilan bangsa ini di masa depan sejauh ini ditentukan gen Z melalui beragam cara. Seperti pendidikan, pemberdayaan sosial dan kesempatan ekonomi yang inklusif dan mandiri.
Perubahan generasi merupakan motor transformasi sosial yang memiliki tanggung jawab besar untuk mempersiapkan arah bagi generasi berikutnya agar bangsa ini mampu melangkah menuju masa depan yang lebih berdaya, adil dan sejahtera. Pesan Bung Karno, kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan harus diperjuangkan dengan gigih, serta jangan sekali-kali melupakan sejarah perjuangan bangsa. Ia juga mengingatkan untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta tidak mudah terpecah belah.
Baca juga : BP Taskin Perkuat Targeting MBG di Kantong Kemiskinan dan Daerah 3T
Kemerdekaan Era Digital
Era digital menciptakan raung baru bagi perwujudan kemerdekaan bagnsa ini. Dunia maya menjadi ruang perjuangan generasi muda saat ini. Persoalan kebebasan berekspresi, akses informasi dan literasi digital adalah bentuk kemerdekaan kekinian yang dahulu tidak pernah terpikirkan oleh generasi era awal kemerdekaan.
Namun teknologi dan kebebasan ini ibarat pisau yang bisa kita gunakan untuk kebaikan atau malah sebaliknya, sumber segala ancaman. Generasi muda sangat mudah terjajah algoritma, menjadi konsumen aktif konten-konten asing, atau bahkan terpolarisasi akibat disinformasi dan hoak yang kian merajalela tanpa solusi. Inilah tantangan generasi Z di ruang digital sebagai alat perjuangan yang positif bukan hanya sekadar hiburan dan konsumsi saja.
Kepala PPATK, Ivan Yustiavanda, mengungkapkan fakta yang mengejutkan mengenai maraknya judi online di kalangan anak dan remaja. Data membuktikan sebanyak 191.380 anak berusia 17 hingga 19 tahun terlibat judi online dengan lebih dari 2,1 juta transaksi yang nilai mencapai Rp 282 rupiah. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi yakni ada 1.160 anak yang usianya di bawah 11 tahun telah melakukan sekitar 22.000 transaksi dengan jumlah nilai sedikit 3 miliar (komdigi.go.id).
Baca juga : 80 Tahun Merdeka, Muzani: Jangan Lupa Cita-cita Proklamasi
Fenomena ini menjadi alarm bagi bangsa ini ditengah peringatan 80 tahun Indonesia merdeka. Judi online bukan hanya persoalan kriminalitas digital saja, akan tetapi merupakan sebuah ancaman serius terhadap masa depan generasi Z. Jika mereka sudah terjerat maka kita sedang menghadapi gaya penjajahan baru yang akan merampas logika, produktivitas dan masa depan mereka.
Oleh karena itu, kemerdekaan ini bukanlah warisan dari para pejuang kemerdekaan yang tiada upaya, melainkan sebuah amanah yang perlu dijaga dan dilestarikan perjuangannya hingga bangsa ini berkeadilan sesuai dengan cita-cita Pancasila. Di usia ke-80 tahun kemerdekaan ini, kita diingatkan bahwa kemerdekaan bukan hanya bermakna merdeka dari penjajahan. Melainkan merdeka untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa menjadi negara yang berkeadilan sosial, berkedaulatan di tengah global.
Generasi Z mempunyai peran strategis dalam menjawab tantangan dan peluang ini. Dengan potensi kreativitas, kecerdasan digital, serta semangat inovasi, mereka harus mampu mengawal kemerdekaan menjadi lebih bermakna untuk rakyat yang lebih sejahtera.
MUHAMAD ROSIT
Dosen Komunikasi Politik FIKOM Universitas Pancasila
Dosen Komunikasi Politik FIKOM Universitas Pancasila
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya