Dark/Light Mode

BEM Makassar Tegaskan, Demo Anarkis Bakar Gedung DPRD Tak Dilakukan Mahasiswa

Jumat, 5 September 2025 12:14 WIB
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama sejumlah aktivis dari BEM lintas Kampus yang berada di Kota Makassar, Kamis (4/8/2025). (Foto: ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar)
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama sejumlah aktivis dari BEM lintas Kampus yang berada di Kota Makassar, Kamis (4/8/2025). (Foto: ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah aktivis kampus di Kota Makassar yang tergabung dalam perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) lintas kampus membantah demonstrasi anarkis yang berujung pada pembakaran Kantor DPRD Makassar dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dilakukan oleh mahasiswa.

Menyikapi insiden 29 Agustus lalu, perwakilan mahasiswa dari sejumlah kampus tegas menyampaikan, bahwa peristiwa tersebut tidak mencerminkan gerakan mahasiswa yang sesungguhnya.

Dalam keterangannya di Makassar, Ketua BEM Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Muh Alwi Nur menegaskan, gerakan mahasiswa sejatinya lahir dari idealisme dan moral. Bukan tindakan brutal.

"Itu adalah tindakan oknum yang merusak nama baik Makassar dan mencederai citra gerakan ideal mahasiswa. Kota Makassar sejak dulu dikenal sebagai rahim aktivis bangsa, sehingga kejadian ini harus diusut tuntas," kata Alwi di hadapan Wali Kota Makasar Munafri Arifuddin, seperti dikutip ANTARA, Jumat (5/9/2025).

Baca juga : BEM Koordinator Jakarta Tolak Anakisme Demonstrasi Mahasiswa

Menurutnya, demonstrasi yang berakhir dengan pembakaran Gedung DPRD itu bukanlah murni gerakan mahasiswa.

Sementara itu, perwakilan Universitas Negeri Makassar (UNM) Ashabul Kahfi menegaskan, pihaknya tidak terlibat dalam insiden tersebut.

"Kota Makassar adalah kota demokrasi. Kami selalu terbuka dengan semua kalangan. Namun perlu ditegaskan, pembakaran di Gedung DPRD bukan berasal dari kami. Saat insiden terjadi, mahasiswa dari kampus kami tidak berada di lokasi," paparnya.

Muh Hasmi dari BEM Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyebut adanya pihak-pihak yang menunggangi gerakan mahasiswa.

Baca juga : Pakar Ingatkan Demo Anarkis Ancam Citra Pariwisata Indonesia

"Setiap gerakan mahasiswa selalu ada yang mencoba mengatasnamakan diri mereka sebagai bagian dari mahasiswa. Tapi jelas, tindakan anarkis dan perusakan itu lebih mencerminkan kelompok anarko yang merusak. Bukan gerakan mahasiswa," jelasnya.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan, pemerintah selalu berada di barisan mahasiswa dalam menjaga kondusivitas kota dan memperjuangkan aspirasi rakyat.

"Paling penting, kita sama-sama menjaga Makassar tetap aman, demokratis, dan menjadikan setiap aspirasi mahasiswa sebagai masukan untuk pembangunan. Pemerintah tidak akan menutup diri, dan kami ingin ruang diskusi ini bisa rutin dilakukan," tegasnya.

Aksi demonstrasi pada 29 Agustus lalu di Gedung DPRD Makassar terjadi tepat saat rapat paripurna berlangsung. Ketika itu, Munafri sebenarnya ingin turun langsung menemui massa aksi.

Baca juga : Dinas SDA Jakarta Tegaskan Pompa Banjir Jakarta Berfungsi Normal

Namun langkah tersebut dicegah oleh sebagian anggota DPRD, termasuk Wakil Ketua DPRD Makassar Andi Suharmika dengan alasan situasi yang tidak kondusif. Serta demi menjaga keselamatan bersama.

Apalagi, saat itu juga tidak diketahui apakah massa yang berdemonstrasi benar berasal dari unsur mahasiswa, atau justru kelompok anarko yang menunggangi aksi.

Terlebih lagi, aksi yang berujung pada kebakaran gedung tidak menunjukkan adanya instrumen manajemen aksi sebagaimana lazimnya demonstrasi mahasiswa. Seperti kehadiran jenderal lapangan, koordinator lapangan, maupun tuntutan yang terstruktur.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.