Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Arif Budimanta Meninggal, Prof. Didik Kenang Warisan Pancasilanomic
Sabtu, 6 September 2025 09:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ekonom senior Indef, Didik J Rachbini, menyebut kepergian Arif Budimanta sebagai kehilangan besar bagi dunia pemikiran ekonomi Indonesia. Ia menilai sosok yang juga pernah menjadi anggota DPR itu meninggal di usia yang relatif masih muda.
“Arif adalah adik kelas saya di IPB dan kepergiannya terlalu cepat karena masih muda usia. Tetapi takdir tidak bisa kita tolak sehingga kita ikhlas melepas kepergiannya,” kata Didik, Sabtu (6/9).
Menurut Didik, banyak hal yang patut dikenang dari perjalanan Arif. Ia menilai Arif tidak hanya politisi, melainkan juga aktivis dan akademisi yang meninggalkan warisan pemikiran penting.
Arif dikenal produktif menulis di berbagai media massa nasional. Fokus tulisannya berkisar pada ketimpangan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), investasi, serta isu keberlanjutan.
Baca juga : Hari Pelanggan Nasional, BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Perlindungan Jadi Bahagia
Salah satu gagasan utama Arif adalah Pancasilanomics. Buku berjudul Pancasilanomics: Ekonomi Pancasila dalam Gerak yang terbit pada 2019 memaparkan pandangan bahwa nilai-nilai Pancasila dapat menjadi landasan sistem ekonomi yang lebih adil, inklusif, dan berdaulat.
Arif juga menulis Arsitektur Ekonomi Indonesia, yang mengkritisi arah pembangunan nasional yang dianggap terlalu liberal. Dalam buku itu ia mengusulkan desain ekonomi berbasis Pasal 33 UUD 1945 agar kesejahteraan rakyat menjadi tolok ukur utama.
Dalam dunia politik, Arif berkiprah lewat PDI Perjuangan. Ia tercatat sebagai anggota DPR periode 2009–2014 dan sempat menjabat Wakil Ketua Fraksi PDIP di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Meski tidak berada di lingkaran inti Megawati Soekarnoputri, Arif menjadi Direktur Eksekutif Megawati Institute sejak 2008.
Melalui think tank itu, Arif kerap menginisiasi diskusi kebijakan dan meluncurkan gagasan yang berpijak pada ekonomi berbasis nilai-nilai Pancasila. Didik menilai kiprah ini penting sebagai upaya menyeimbangkan arah pembangunan nasional yang sering kali terlalu condong pada kepentingan pasar.
Baca juga : Mantan Staf Khusus Presiden Jokowi Arif Budimanta Meninggal Dunia
Di DPR, Arif juga dikenal menggagas apa yang disebutnya sebagai gerakan ekonomi konstitusi. Didik mengenang bagaimana Arif bersama rekan-rekannya berupaya memasukkan indikator kesejahteraan rakyat ke dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), bukan sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi yang bersifat liberal.
Selain di jalur politik, Arif aktif dalam dunia pendidikan dan sosial. Ia menjadi pengurus yayasan wakaf Paramadina yang membawahi Universitas Paramadina. Di kampus itu, Arif terlibat dalam diskursus publik dan menyuarakan kritik terhadap kebijakan ekonomi maupun politik.
Bagi Didik J Rachbini, kepergian Arif Budimanta bukan hanya kabar duka, tetapi juga pengingat akan pentingnya gagasan yang ditinggalkan. “Kepergiannya banyak yang harus dikenang sebagai hikmah dan pelajaran hidup bagi generasi selanjutnya,” ujarnya.
Kabar wafatnya Arif juga dibenarkan keluarga. Dalam pernyataan tertulis, keluarga menyampaikan bahwa Arif meninggal di Jakarta pada pukul 00.06 WIB. Rumah duka berada di Jalan Rawamangun Muka Golf No 3, Rawamangun, Jakarta Timur.
Baca juga : Acil Bimbo Meninggal Dunia Dalam Usia 82 Di RS Hasan Sadikin Bandung
Arif Budimanta lahir di Medan, 15 Maret 1968. Ia menempuh pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor, lalu melanjutkan magister ekonomi sumber daya alam di Universitas Indonesia, sebelum meraih gelar doktor di fakultas yang sama pada 2006. Ia juga sempat belajar keuangan di University of Chicago dan mengikuti program eksekutif di Harvard Business School, Amerika Serikat.
Dalam lintasan kariernya, Arif pernah menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, pada 2016–2019. Sebelumnya, ia dipercaya menjadi Senior Advisor Menteri Keuangan serta Tim Ahli Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Ia juga menjabat sebagai anggota Dewan Direktur Indonesia Eximbank.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya