Dark/Light Mode

Kritik Standar Ganda Hukum Internasional, Prabowo: Negara Kecil Terintimidasi

Selasa, 9 September 2025 09:12 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri BRICS Leaders Virtual Meeting, Senin (8/9/2025) malam. Foto: Ist
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri BRICS Leaders Virtual Meeting, Senin (8/9/2025) malam. Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menyoroti praktik standar ganda dalam penerapan hukum internasional. Ia menilai negara-negara kecil kerap menjadi korban intimidasi dari kekuatan besar melalui perdagangan dan sistem keuangan global.

“Yang berkuasa adalah yang benar. Negara kecil yang kurang berkuasa terintimidasi, perdagangan dan keuangan menjadi senjata, terjadilah double dan bahkan triple standard,” kata Prabowo dalam BRICS Leaders Virtual Meeting, Senin (8/9/2025) malam.

Pernyataan itu disampaikan di tengah pembahasan penguatan kerja sama negara-negara BRICS untuk menghadapi dinamika geopolitik dan ekonomi global. Menurut Prabowo, forum BRICS tidak hanya sekadar ruang dialog, tetapi sudah berkembang menjadi pilar kekuatan dalam tatanan dunia.

Baca juga : Hari Pelanggan Nasional 2025 , BCA Syariah Komit Tingkatkan Layanan dan Inovasi

“Oleh karena itu, BRICS berkembang menjadi pilar kekuatan. Indonesia mendukung keberlanjutan. Kita harus terus bekerja dengan lebih dekat bersama. Kita harus berkonsultasi dengan satu sama lain,” ujarnya.

Prabowo menegaskan Indonesia mendukung inisiatif yang digagas BRICS, termasuk langkah-langkah memperkuat sistem multilateral yang dianggap kerap dilemahkan oleh kepentingan sepihak. 

“Kami mendukung inisiatif-inisiatif yang diambil. Kami menghormati kepemimpinan Presiden Lula da Silva, dan Indonesia berkomitmen untuk bekerja lebih dekat dengan semua negara BRICS,” ucapnya.

Baca juga : Kemenag Matangkan Persiapan MQK Internasional Pertama Di Sulawesi Selatan

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan dan kesinambungan kerja sama antarnegara. “Kita harus menjaga keterbukaan, kita harus teruskan koordinasi dan kerja sama ini,” lanjutnya.

Pertemuan daring tersebut dihadiri sejumlah kepala negara, di antaranya Presiden China Xi Jinping, Presiden Brazil Lula da Silva, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Selain itu, hadir juga Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Mesir Abdel Fattah Elsisi, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, serta Menteri Urusan Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar yang mewakili Perdana Menteri Narendra Modi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.