Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kasus Diabetes Meningkat
Guru Besar UGM Desak Pemerintah Terapkan Cukai Minuman Berpemanis
Sabtu, 20 September 2025 20:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Konsumsi gula masyarakat Indonesia sudah terlalu banyak. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2023 menunjukkan, prevalensi diabetes telah mencapai angka 11,3 persen. Ini mengidentifikasikan peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu pemicu kenaikan kasus diabetes adalah munculnya Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK), yang memiliki kadar gula sangat tinggi. Minuman ini hadir dengan harga yang cukup murah dengan ketersediaan yang melimpah, sehingga konsumsinya meningkat.
Terkait hal ini, Kepala Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan dan Kedokteran Sosial, FK-KMK UGM Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D mengatakan, instrumen kebijakan cukai merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk menekan angka prevalensi diabetes. Kesimpulan ini diperoleh Yayi, berdasarkan riset yang dilakukan di beberapa negara lain seperti Australia.
Baca juga : Guru Besar Unair: Penambahan Impor BBM Akan Kuras Devisa
“Cukai akan membuat harga MBDK lebih mahal, sehingga masyarakat akan berpikir kembali untuk membelinya,” ujarnya, seperti dilansir situs resmi UGM, Jumat (19/9/2025).
Menurut Yayi, instrumen kebijakan Cukai MBDK sudah berhasil diberlakukan di beberapa negara. Dan Indonesia, kata dia, sudah menggagas kebijakan ini sejak 2016. Namun hingga saat ini, belum diberlakukan
Yayi berpendapat, banyak hal yang mempengaruhi lambatnya pemberlakuan kebijakan tersebut. Sebut saja perhitungan besarnya cukai yang dilakukan oleh ekonom, agar memiliki keberhasilan yang tinggi.
Baca juga : Pemerintah Persiapkan Generasi Yang Unggul
Di luar itu, Yayi mensinyalir adanya kemungkinan negosiasi dari perusahaan-perusahaan yang memproduksi minuman berpemanis tersebut. “Mereka pun khawatir produksinya akan menurun,” tambahnya.
Yayi berharap, kebijakan cukai MBDK dapat segera terlaksana, mengingat kebijakan ini dapat menjadi langkah untuk menekan laju penyakit diabetes.
Yayi pun berpesan kepada generasi muda, agar bijak dalam berperilaku. Terutama, dalam mengkonsumsi makanan dan minuman manis.
Baca juga : Pemerintah Harus Tetap Gencarkan Operasi Pasar
“Di beberapa negara maju, meskipun instrumen kebijakan yang berlaku banyak, edukasi yang diberikan tetap ada,” tuturnya.
Yayi juga ingin, seluruh profesi kesehatan dapat memberikan edukasi terkait hidup sehat. Memberikan paham lebih kepada masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat, menjelaskan alasan pengurangan konsumsi gula serta dampak diberlakukannya cukai, hingga pemahaman tentang penyakit tidak menular berbahaya seperti diabetes, jantung, dan lainnya.
“Instrumen kebijakan itu efektif, tetapi akan lebih efektif lagi kalau multi-level. Ada edukasi lewat media, edukasi oleh petugas kesehatan, melalui kader kesehatan, serta pengabdian masyarakat. Termasuk, dengan mengadakan kampanye dalam bentuk tulisan yang diletakkan di tempat-tempat strategis,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya