Dark/Light Mode

Bertemu Dubes UEA, Menteri PU Bahas Investasi Infrastruktur

Kamis, 25 September 2025 20:53 WIB
Foto: Kemen PU
Foto: Kemen PU

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menerima kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, di kantor Kementerian PU, Jakarta, Kamis (25/9/2025). 

Pertemuan ini jadi momentum memperkuat kerja sama bilateral sekaligus membuka peluang investasi strategis.

Dody menegaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian PU saat ini fokus membangun infrastruktur ketahanan air, pangan, dan energi.

"Pembangunan bendungan, irigasi, jaringan air bersih, serta infrastruktur energi merupakan prioritas utama, demi mewujudkan kedaulatan nasional di bidang pangan dan energi," ujarnya.

Baca juga : Rapat Dengan Komisi V DPR, Menteri PU Bahas Regulasi dan Pengawasan Jalan Tol

Selain itu, Kementerian PU juga menyiapkan pembangunan jalan, jembatan, serta infrastruktur permukiman guna mendukung pemerataan pembangunan. 

Program ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Dubes UEA, Abdulla Salem Al Dhaheri mengapresiasi komitmen Pemerintah Indonesia dalam membangun infrastruktur berkelanjutan. 

Ia menyampaikan ketertarikan UEA untuk menjajaki peluang kerja sama dan investasi di sektor energi, air, dan transportasi.

Baca juga : Bertemu Emir Qatar-MBZ, Prabowo Bahas Isu Geopolitik Dan Investasi

Dody menyambut baik rencana itu. Menurutnya, Kementerian PU terbuka terhadap investasi asing, termasuk dari UEA, namun tetap harus sejalan dengan mekanisme nasional.

"Setiap inisiatif investasi perlu dibahas bersama Kementerian Investasi agar selaras dengan kebijakan Pemerintah dan memberi manfaat bagi kedua negara," tegasnya.

Pertemuan ini juga membahas implementasi nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian PU RI dan Kementerian Energi dan Infrastruktur UEA yang diteken pada 2022 dan berlaku hingga 2027. Salah satu poin pentingnya adalah promosi portofolio investasi infrastruktur prioritas.

Kementerian PU mencatat ada peluang proyek lewat skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) senilai total USD 5,54 miliar, meliputi sumber daya air, jalan dan jembatan, serta permukiman. 

Baca juga : Bertemu Pengusaha China, Menteri Ara Bahas Investasi Perumahan

Proyek ini dinilai potensial dikerjasamakan dengan mitra internasional, termasuk UEA.

Di akhir pertemuan, kedua pihak sepakat menindaklanjuti hasil diskusi melalui pertemuan teknis lebih rinci.

"Kami siap menjajaki proyek yang saling menguntungkan. Semoga kerja sama ini bermanfaat nyata bagi pembangunan kedua negara," tutup Dody.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.