Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bupati Pati Hadiri Rapat Pansus Hak Angket
Pendukung Bupati Dan Massa Pro Pemakzulan Bentrokan
Jumat, 3 Oktober 2025 06:45 WIB
Sebelumnya
Sementara, di dalam ruang sidang Pansus Hak Angket DPRD Pati juga diselimuti ketegangan. Bupati Pati Sudewo yang hadir secara langsung berhadapan dengan anggota tim Pansus, yang dipimpin Ketua Pansus Teguh Bandang Waluyo.
Pada kesempatan itu, Teguh menanyakan, apakan Bupati Sudewo memahami soal partisipasi rakyat terhadap kebijakan yang dibuat Pemerintah, sehingga muncul kebijajan kenaikan PBB-P2.
Menjawab pertanyaan itu, Sudewo menceritakan proses partisipasi hingga sosialisasi yang dimulai dari para kepala desa. Pihaknya tidak mungkin memanggil semua rakyat Pati, sehingga mengundang Paguyuban Kepala dan Perangkat Desa Kabupaten Pati (Pasopati) yang dianggap sebagai representatif masyarakat Pati.
Baca juga : Wakil Rakyat Di Senayan Mayoritas Diisi Orang Tua
“Dari Pasopati itu saya undang, saya dengarkan, saya minta masukan atas kebijakan kenaikan PBB P2 itu, saya minta untuk sosialisasikan kepada setiap kepala desa,” ujarnya.
Menurut Sudewo, jika ada masyarakat yang tidak mendapatkan sosialisasi, hal itu bukan lagi ranah Pemerintah Daerah (Pemda), tapi ranah para kepala desa. Bajkan, kenaikan pajak tersebut tidak membebani masyarakat, hal itu terbukti masyarakat telah membayar.
“Kalau masyarakat yang tidak membayar pajak bukan karena keberatan, tapi terkendala masalah teknis,” cetusnya.
Baca juga : Merger Garuda-Pelita Air Bisa Sehatkan BUMN Penerbangan
Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, bukti warga Pati tidak keberatan dengan kenaikan PBB-P2, ada sejumlah desa yang sudah lunas 50 persen, 70 persen, bahkan 100 pesen.
“Desa yang baru melunasi 50 persen dikarenakan pencetakan SPPT-nya terlambat, bukan karena masyarakat menolak,” cetusnya.
Lebih lanjut, Sudewo menjelaskan, kenaikan PBB-P2 di Kabupaten Pati, tidak sepenuhnya 250 persen, tapi bervariasi. Ada prosentase yang dibawa 100 persen, bahkan pembayaran PBB di tiap desa sampai dengan akhir bulan Juli atau awal Agustus sudah hampir 60 persen.
Baca juga : Airlangga Gaspol Ekonomi Bisa Tumbuh 5,2 Persen
“Kalau masyarakat sudah membayar PBB-P2 itu artinya tahapan sosialisasi sudah dilalui,” tandasnya. [OSP]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya