Dark/Light Mode

Update Korban Ambruk Ponpes Al Khoziny: 67 Orang Meninggal, 104 Selamat

Selasa, 7 Oktober 2025 16:59 WIB
Petugas BNPB. (Foto: BNPB)
Petugas BNPB. (Foto: BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) menyatakan jumlah total korban ambruknya bangunan mushalla di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, mencapai 171 orang. Dari jumlah tersebut, 104 orang dinyatakan selamat, sementara 67 orang meninggal dunia.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, seluruh korban telah berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat gabungan. “Dari jumlah tersebut, delapan di antaranya merupakan bagian tubuh korban yang tidak lengkap,” ujar Syafii di Sidoarjo, Selasa (7/10/2025).

Dengan ditemukannya seluruh korban, Basarnas secara resmi menyatakan seluruh rangkaian misi pencarian dan penyelamatan (SAR) telah selesai.

Baca juga : Update Ponpes Al Khoziny: 61 Meninggal Dunia, 17 Jenazah Diidentifikasi

Seluruh korban meninggal dunia telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Syafii menegaskan, meski operasi pencarian telah ditutup, proses identifikasi korban dan investigasi penyebab ambruknya bangunan akan tetap berlanjut di bawah kewenangan pihak kepolisian dan instansi terkait.

“Basarnas memastikan tugas pencarian telah rampung. Namun proses identifikasi dan penyelidikan penyebab bencana masih akan berjalan sesuai prosedur,” kata Syafii.

Baca juga : Tragedi Ponpes Ambruk, Yang Meninggal Tembus 66 Orang

Syafii menyampaikan harapan agar Ponpes Al Khoziny dapat segera pulih dari musibah tersebut. Ia menilai, pemulihan kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren perlu dilakukan dengan dukungan penuh dari berbagai pihak.

“Kami berharap Ponpes Al Khoziny bisa segera bangkit kembali, dan kegiatan para santri dapat berjalan seperti sedia kala,” ucapnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Syafii, akan melakukan supervisi ketat terhadap proses rehabilitasi bangunan pondok pesantren. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan dengan aman dan mencegah terjadinya peristiwa serupa di masa mendatang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.