Dark/Light Mode

Ada Sekolah Garuda

Siswa Dari Keluarga Tidak Mampu Terbuka Lebar Kuliah Di Luar Negeri

Minggu, 12 Oktober 2025 07:20 WIB
Siswa siswi di SMAN Unggulan MH Thamrin, Cipayung, Jakarta. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)
Siswa siswi di SMAN Unggulan MH Thamrin, Cipayung, Jakarta. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

 Sebelumnya 
“Setiap tahun hanya 88 siswa diterima. 44 laki-laki dan 44 perempuan. Ketat, tapi adil,” ujarnya. 

SMAN Unggulan MH Thamrin mengombinasikan tiga kurikulum sekaligus: Kurikulum Nasional, Kurikulum Cambridge, dan Kurikulum Olimpiade Internasional. Dengan tambahan program Sekolah Garuda, jalur ke kampus dunia makin terbuka lebar. 

Guru Bimbingan dan Konseling Dura Syahrina menambahkan, program ini bukan sekadar soal pendidikan unggulan, tapi soal keadilan akses. “Di Jakarta banyak anak pintar dari keluarga sederhana yang akhirnya tersisih. Sekolah Garuda membuat mereka punya kesempatan yang sama untuk terbang tinggi,” ujarnya. 

Baca juga : TB Hasanuddin: Diperlukan Kolaborasi Antar Institusi Terkait

Dura berharap, setiap provinsi kelak punya Sekolah Garuda sendiri. “Karena anak-anak jenius itu ada di mana-mana, tapi tidak semua punya peluang yang sama,” tambahnya. 

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menjelaskan, Sekolah Garuda merupakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Nomor 4 Presiden Prabowo. Tujuannya, membangun sekolah unggul terintegrasi di setiap kabupaten. 

“Anak-anak Sekolah Garuda nantinya akan jadi mahasiswa di universitas-universitas top dunia. Kurikulumnya tidak berbeda, tapi kita tambahkan agar mereka siap berkompetisi secara global,” ujar Brian. 

Baca juga : Pratama Dahlian Persadha: Kebijakan Klasifikasi Usia Langkah Korektif

Sekolah Garuda berdiri di atas tiga pilar utama. Pertama, penyeimbang akses agar semua anak bangsa bisa berprestasi. Kedua, inkubator kepemimpinan untuk menyiapkan generasi emas 2045 di bidang sains dan teknologi. Ketiga, pendidikan berkualitas berbasis pengabdian masyarakat. 

Pemerintah menargetkan pembangunan empat Sekolah Garuda baru di tahun ini. Yakni di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan (NTT), Konawe Selatan (Sultra), dan Bulungan (Kaltara). Selanjutnya, 20 Sekolah Garuda baru dan 80 sekolah transformasi akan berdiri hingga 2029. 

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan, Sekolah Garuda adalah manifestasi gagasan besar Presiden Prabowo untuk membuka akses pendidikan unggul bagi seluruh anak bangsa. “Saya yakin Presiden sangat bahagia melihat ini. Karena cita-cita beliau agar sekolah unggulan berdiri di seluruh pelosok Indonesia kini mulai terwujud,” tegas Qodari. 

Baca juga : Petani Kecil Jangan Diabaikan

Dengan semangat itu, Sekolah Garuda bukan sekadar lembaga pendidikan. Namun, simbol keberpihakan negara kepada mereka yang selama ini kurang beruntung dalam bidang ekonomi. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.