Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pastikan Nggak Ngutang
KDM Tetap Gas Belanja Infrastruktur, Meski Dana Transfer Daerah Susut Rp 2,4 T
Selasa, 14 Oktober 2025 14:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM memastikan tidak akan mengurangi belanja infrastruktur di provinsi yang dipimpinnya. Meski dana transfer daerah dari pusat untuk Jabar berkurang Rp 2.458.000.000.000 (dua triliun empat ratus lima puluh delapan milyar rupiah). KDM bahkan berencana meningkatkan belanja infrastruktur di Jabar, tanpa utang.
"Dananya dari mana? Ya dari hasil efisiensi di beberapa bidang seperti rapat dinas, perjalananan dinas, pengurangan pemakaian air dan listrik di kantor, biaya internet, juga pos-pos lain yang dipandang tidak terlalu penting," kata Dedi, seperti dikutip situs resmi Pemprov Jabar, Selasa (14/10/2025).
KDM menekankan infrastruktur seperti jalan, jembatan, bangunan sekolah, irigasi, konektivitas listrik dan internet harus tetap menjadi prioritas di Jabar.
Baca juga : Peringati HUT TNI, CFD Tetap Jalan-Tarif Transum Di Jakarta Cuma Rp 80
"Bila infrastruktur baik, maka investasi akan masuk. Bila investasi masuk lancar, maka ekonomi akan berjalan," tegasnya.
Ekonomi yang berjalan itu antara lain ditandai oleh tumbuhnya industri. Sehingga, masyarakat bisa memperoleh pekerjaan untuk biaya hidupnya. Dengan kata lain, pertumbuhan infrastruktur sangat relevan dengan pertumbuhan ekonomi.
"Bagi masyarakat, pembangunan itu dianggap ada, manakala ada pembangunan jalan, irigasi, bendungan. Andai ada anggapan pembangunan tidak mendukung pertumbuhan ekonomi, itu disebabkan oleh pembangunannya tidak mandiri, menggunakan anggaran pinjaman yang pembayarannya lebih besar dari kemampuan daerah, atau lebih besar pasak daripada tiang," paparnya.
Baca juga : Dana Transfer Dari Pusat Ke Daerah Turun Drastis
Menurut KDM, pemerintah yang menggunakan anggaran yang baik adalah pemerintah yang efisien.
"Menggunakan anggarannya untuk sebesar-besar belanja publik. Mengurangi perjalanan dinas, mengurangi belanja alat tulis kantor, mengurangi belanja air dan lain sebagainya," tambah KDM.
KDM juga mengatakan, pihaknya tidak akan menggunakan dana pinjaman, meski ada tawaran untuk itu.
Baca juga : Kunker Ke Jepang, Komisi V DPR RI Bahas Infrastruktur & Transportasi
"Lebih baik menggunakan dana sendiri hasil efisiensi daripada meminjam, yang nantinya membebani APBD," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya