Dark/Light Mode

Wamenlu Havas Soroti Dampak EUDR Terhadap Petani Dalam Pertemuan ICWA

Jumat, 10 Oktober 2025 06:11 WIB
Dari kiri: Dubes T.M. Hamzah Thayeb, Dubes Artauli Tobing, Wakil Menlu Arif Havas Oegroseno, Dubes Adiyatwidi Adiwoso, dan Dubes Bagas Hapsoro, di Jakarta, Kamis (9/10/2025). (Foto ICWA)
Dari kiri: Dubes T.M. Hamzah Thayeb, Dubes Artauli Tobing, Wakil Menlu Arif Havas Oegroseno, Dubes Adiyatwidi Adiwoso, dan Dubes Bagas Hapsoro, di Jakarta, Kamis (9/10/2025). (Foto ICWA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno menyambut hangat kunjungan jajaran pengurus Indonesian Council on World Affairs (ICWA) di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu (9/10/2025). Dalam pertemuan yang berlangsung penuh semangat itu, Wamenlu Havas menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah dan para pengamat kebijakan luar negeri.

"Pertemuan ini adalah momen yang sangat baik karena hubungan antara pelaku politik luar negeri dan pengamat tetap terjalin erat di tengah dinamika global yang begitu cepat,” ujar Havas dalam sambutannya.

Wamenlu juga menekankan bahwa modal pengalaman diplomasi serta jejaring luas yang dimiliki para anggota ICWA dapat menjadi kekuatan penting dalam menyikapi berbagai perubahan global. “Modal Bapak-Ibu di dunia diplomasi bisa membantu kita untuk berselancar di tengah arus dunia yang terus berubah,” imbuhnya.

Kunjungan ICWA dipimpin Ketua Governing Council Dubes Teuku Mohammad Hamzah Thayeb, didampingi Dubes Adiyatwidi Adiwoso, Dubes Artauli Tobing, dan Dubes Bagas Hapsoro. Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai isu internasional aktual serta peran Indonesia dalam percaturan global.

Baca juga : Gaung Soekarno Dan Prabowo Di PBB: Seruan Kemanusiaan Dan Perdamaian

Hamzah Thayeb menyampaikan bahwa misi ICWA adalah meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap arah kebijakan luar negeri dan dinamika global yang berdampak pada Indonesia. Selain itu, ICWA juga aktif menjalin kerja sama dengan universitas, lembaga riset, Lembaga Swadaya Masyarakat, hingga institusi sejenis dari negara lain.

Menanggapi hal itu, Havas menyatakan dukungannya dan menyebut misi ICWA sangat relevan, terutama di tengah meningkatnya permintaan masyarakat akan informasi akurat tentang langkah-langkah diplomatik Indonesia.

Salah satu isu strategis yang turut dibahas adalah kebijakan Uni Eropa terkait deforestasi, European Union Deforestation Regulation (EUDR), yang dinilai merugikan Indonesia. Havas secara tegas menyebut kebijakan tersebut diskriminatif terhadap negara-negara pengekspor komoditas, termasuk Indonesia.

“Peraturan deforestasi Uni Eropa tak diberlakukan untuk beberapa negara Eropa. Justru menyasar negara-negara seperti Indonesia yang banyak mengekspor produk berbasis hutan,” jelas mantan Dubes RI untuk Jerman ini.

Baca juga : Daeng Sitaba, Petani Yang Ulet dan Penuh Semangat

Menurut Havas, dua negara Eropa yakni Luxembourg dan Austria bahkan mengusulkan pengecualian bagi produk mereka ke dalam kategori risiko sangat rendah (negligible risk), sementara produk Indonesia dikenakan tarif tambahan hingga 8 persen.

Havas mengungkapkan bahwa Kementerian Luar Negeri bersama kementerian terkait telah membentuk Task Force on Trade Issues guna merespons tantangan ini secara menyeluruh. Dia menambahkan bahwa konsumsi domestik terhadap produk lokal Indonesia kini sudah mencapai 60 persen, menunjukkan ketahanan pasar dalam negeri.

Selain itu, Kemenlu juga telah memfasilitasi kunjungan asosiasi pengusaha komoditas ke negara-negara Eropa Barat, guna menjelaskan langsung dampak EUDR terhadap petani Indonesia. Hasilnya, sejumlah pengusaha Eropa mulai memahami posisi Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenlu Havas juga membuka peluang untuk berbagi informasi strategis secara rutin kepada ICWA, terkait isu-isu seperti keanggotaan BRICS, kebijakan luar negeri, hukum laut, hingga wilayah teritorial RI.

Baca juga : Bakom: Penegasan Solusi Dua Negara di PBB Jalan Bagi Perdamaian Dunia

“ICWA adalah forum yang sangat strategis dan kami harap dapat memperkuat kontribusi Indonesia di panggung internasional,” tegasnya.

Di akhir pertemuan, Havas menyerahkan buku karyanya berjudul “Kedaulatan Indonesia: Dalam Hubungan Antarbangsa” kepada para pengurus ICWA. Buku tersebut berisi kumpulan pemikiran dan pengalaman diplomatik Havas, yang diharapkan bisa menjadi inspirasi kajian bagi generasi muda.

Sebagaimana disampaikan Menlu RI Sugiono pada awal tahun, Wamenlu Havas berharap ICWA dapat terus menjadi kanal edukasi, diseminasi, dan informasi kebijakan luar negeri kepada publik, sekaligus ruang dialog terhadap isu-isu global yang berkembang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.