Dark/Light Mode

KNPI: Diplomasi Prabowo Harus Didukung Kekuatan Teknokratis

Kamis, 16 Oktober 2025 04:53 WIB
Ketua Umum DPP KNPI, Tantan Taufik Lubis. (Foto : ist)
Ketua Umum DPP KNPI, Tantan Taufik Lubis. (Foto : ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum DPP KNPI, Tantan Taufik Lubis, menyoroti pentingnya dukungan teknokratis dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk memastikan keberhasilan langkah-langkah diplomasi yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Tantan, semangat besar dan keberanian Presiden Prabowo di panggung internasional membutuhkan sinergi kuat dengan birokrasi agar visi besar tersebut bisa diwujudkan secara konkret.

“Presiden Prabowo telah membawa angin segar dalam diplomasi Indonesia, terutama dengan keberaniannya menyuarakan isu-isu global seperti perdamaian di Gaza dan memperluas kerja sama ekonomi serta pertahanan dengan negara-negara besar,” ujar Tantan.

Baca juga : Satya JKN Award 2025 Dorong Perlindungan Kesehatan Pekerja

Ia menegaskan, semangat besar ini harus diimbangi dengan kesiapan teknokratis, agar diplomasi Indonesia tidak berhenti di level simbolik, tetapi menghasilkan dampak nyata.

Tantan mencontohkan diplomasi Tiongkok sebagai model keberhasilan dalam memanfaatkan pengaruh secara strategis.

“Diplomat mereka tidak hanya berbicara, tetapi juga membawa hasil nyata, seperti mempertemukan faksi-faksi Palestina untuk berdialog. Indonesia perlu belajar dari pendekatan ini agar bisa memaksimalkan perannya di kancah internasional,” tambahnya.

Baca juga : Tata Kelola Tambang Era Prabowo-Gibran Dinilai Ke Arah Kedaulatan Energi

Lebih jauh, Tantan menyoroti pentingnya pelatihan intensif untuk diplomat muda, penguatan strategi kebijakan luar negeri, serta harmonisasi antara visi presiden dan pelaksanaan teknis sebagai langkah mendesak untuk memperkuat diplomasi Indonesia.

KNPI, kata Tantan, mendukung penuh langkah-langkah diplomasi Presiden Prabowo yang telah membuka peluang besar bagi Indonesia, tidak hanya dalam isu Gaza, tetapi juga dalam diplomasi ekonomi, seperti peningkatan investasi dari Timur Tengah dan China, kerja sama pertahanan dengan Turki, Prancis, dan Amerika Serikat, serta perluasan akses pasar di kawasan Asia-Pasifik.

Namun, ia mengingatkan, keberhasilan tersebut hanya bisa bertahan jika didukung oleh birokrasi yang profesional dan siap menghadapi tantangan global.

Baca juga : Diplomasi Jadi Aksi Nyata: Prabowo Menuju Kairo dan Gaza

KNPI juga menyerukan perlunya diplomasi yang antisipatif, progresif, dan visioner. Diplomasi, kata Tantan, bukan hanya soal partisipasi, tetapi tentang menjadi penggerak utama dalam organisasi internasional.

Untuk mencapai itu, reformasi politik dan ekonomi domestik juga menjadi keharusan. Indonesia, lanjut Tantan, harus mampu menyeimbangkan ambisi menjadi negara besar dengan tanggung jawab yang lebih besar, baik di OIC, G20, BRICS, maupun ASEAN.

“Gerakan besar diplomasi Presiden Prabowo adalah peluang emas bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai pemain utama di dunia internasional. Tetapi, tanpa dukungan teknokratis yang solid, peluang ini bisa hilang begitu saja,” pungkas Tantan, yang juga Wakil Rektor Universitas Jakarta.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.