Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Satukan 3 Program Sastra Terbaik
BINUS University Gelar CultureVerse 2025
Senin, 20 Oktober 2025 13:50 WIB
Sebelumnya
Sementara itu, Global Business Chinese (GBC) menyoroti pentingnya bahasa Mandarin di tengah meningkatnya hubungan dagang dan budaya dengan Tiongkok.
Melalui lomba desain "Harmoni Dua Bahasa" bersama Taipei Economic and Trade Office (TETO), program ini mengajak generasi muda untuk menghubungkan dua budaya lewat karya desain.
Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga memperlihatkan bagaimana bahasa Mandarin bisa membuka peluang di bidang bisnis, ekonomi, dan pertukaran budaya internasional.
Selain kompetisi, GBC juga menghadirkan penampilan spesial Guzheng Performance, alat musik tradisional Tiongkok yang melambangkan keindahan dan harmoni dalam budaya Mandarin.
Baca juga : Pacu Produktivitas Pangan, Pupuk Indonesia Gelar FertInnovation Challenge 2025
Penampilan ini disajikan berdampingan dengan Taiko Performance dari Japanese Popular Culture (JPC), menciptakan perpaduan unik antara budaya Jepang dan Tiongkok yang menggambarkan semangat unity in diversity di dalam CultureVerse 2025.
Kedua pertunjukan tersebut menjadi simbol persahabatan antarbudaya serta menunjukkan bagaimana musik tradisional tetap bisa relevan dan memikat di tengah dunia modern.
Puncaknya, Talk Show Creative Expression dan performance pada 21 Oktober menghadirkan rapper ternama Saykoji, musisi dan sekaligus dosen CDE Aziz 'Comi' dari group band Payung Teduh, penulis sekaligus alumni CDE Sofi Meloni, serta Puteri Indonesia 2018 dan alumni CDE Sonia Fergina.
Direktur Sarana dan Prasarana Kementerian Kebudayaan, Feri A. Sipado. [Foto: Dok]
Talkshow ini menegaskan bagaimana bahasa dapat bertransformasi menjadi medium kolaborasi seni, musik, dan sastra.
Baca juga : Perkuat Rantai Pasok Industri, Wakeni Siap Gelar Pameran Terpadu 2026
Dekan Faculty of Humanities BINUS University, Dr Elisa Carolina Marion pun menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan acara ini.
Dia mengingatkan, CultureVerse 2025 menjadi bukti, belajar bahasa asing tidak hanya soal teori, tetapi juga bagaimana bahasa bisa membuka ruang untuk kreativitas, kolaborasi, dan pengalaman nyata.
"Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan, mahasiswa BINUS University mampu menjadi generasi kreatif, terbuka pada budaya, dan siap bersaing di dunia global," ujar Elisa.
Dengan tema besar "Celebrate the Future Through Language, Art, and Creativity", lanjutnya,
Baca juga : Menkop Sebut Gerakan Koperasi Bakal Miliki Coop University Dan Coop Bank
CultureVerse 2025 berhasil menghadirkan pengalaman multikultural yang meriah dan bermakna.
Rangkaian kegiatan dari tiga program sastra unggulan BINUS University ini, masih menurut Elisa, menegaskan komitmen BINUS University untuk terus menghadirkan pendidikan yang relevan, kreatif, dan berdaya saing global. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya