Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ifta Bintan adalah contoh pengusaha kecil yang digerakkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejak diluncurkan awal tahun, program andalan Presiden Prabowo ini memberi dampak positif. Tak hanya mengerek mutu gizi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat di berbagai daerah.
Ifta Bintan adalah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) penyedia ikan fillet di Tangerang Selatan (Tangsel). Usahanya berkembang pesat setelah menjadi pemasok program MBG.
Pemilik UMKM pemasok ikan segar untuk MBG, Ifta Bintan. (Foto: Istimewa)
Awalnya, Bintan hanya mempekerjakan beberapa orang. Namun, seiring meningkatnya permintaan, jumlah karyawan bertambah menjadi 15 orang. Banyak ibu-ibu di sekitar rumahnya yang ikut membantu proses produksi, mulai dari memotong, mencabut duri, hingga mem-fillet ikan. “Semua jadi punya penghasilan,” ujar Bintan sambil tersenyum saat ditemui di rumah produksinya, pekan ini.
Baca juga : Rudianto Suwarwono: Sepertinya Peran KASN Perlu Dihidupkan Kembali
Setiap hari, Bintan menyuplai antara 3.000 hingga 6.000 potong ikan fillet ke dapur MBG. Ia juga menggandeng enam nelayan lokal, meningkat dari sebelumnya hanya dua orang. Untuk menjaga kualitas, Bintan memastikan ikan yang baru ditangkap harus segera dibersihkan dan masuk pendingin dalam waktu maksimal empat jam setelah mendarat di pelabuhan. “Walau disimpan dengan es, tapi tetap harus fresh,” ujarnya.
Menurut Bintan, MBG telah memberikan penghidupan bagi banyak orang. Karena itu, mantan pramugari ini berharap program MBG terus berlanjut.
“Program ini bagus sekali. Anak-anak dapat makanan bergizi, kami para pelaku usaha juga terbantu. Saya ingin lebih banyak anak tahu kalau ikan itu enak dan sehat,” katanya penuh semangat.
Baca juga : Capai Kepuasan 83,5 Persen, Gerindra Bangga Kinerja Presiden
Selain Bintan, ada Yuki Rahmayanti, Co-Founder Sweet Sundae, produsen produk susu olahan di Yogyakarta. Perusahaan ini awalnya fokus mempersiapkan ekspor dan memperluas pasar ke sektor hotel, restoran, kafe, dan katering. Namun, sejak dipercaya menjadi pemasok dalam program MBG pada akhir Februari 2025, arah bisnis mereka berubah total.
Co-Founder Sweet Sundae Yuki Rahmayanti pamasok susu dalam program MBG. (Foto: Instagram/yukirahmayanti)
“Awalnya kami nggak merencanakan ikut MBG. Fokusnya waktu itu ekspor. Tapi ternyata program ini justru membawa berkah luar biasa,” ujar Yuki dalam pesan singkat kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (18/10/2025).
Permintaan susu segar dan produk olahan dari dapur-dapur SPPG yang tersebar di berbagai daerah melesat tajam. Sejak resmi menjadi mitra MBG, Sweet Sundae mencatat omzet lebih dari Rp 1 miliar hanya dalam beberapa bulan. Tak hanya itu, lini produk gelato mereka juga ikut terdongkrak. Dari bisnis es krim premium ini, Sweet Sundae mengantongi sekitar Rp 500 juta per bulan. Kini, total produksi susu dan olahan mereka mencapai 3 ton per hari. “Permintaan me ingkat, tenaga kerja pun bertambah. Dampaknya bukan cuma keperusahaan, tapi juga kepeternak lokal yang jadi pemasok bahan baku kami,” tutur Yuki.
Baca juga : Soal Wacana Pramono 1 Periode Di DKI, Elite PDIP Tak Mau Komentar Panjang
Sekjen Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Edy Misero mengatakan, para pelaku UMKM sudah mulai merasakan dampak positif dari program MBG. Meski data resmi belum tersedia, Edy menyebut sudah banyak UMKM di bawah asosiasinya yang terlibat menjadi pemasok bahan untuk dapur MBG. Barang yang disuplai beragam, mulai dari telur, minyak goreng, beras, hingga susu kemasan 125 ml dari pabrik. Pendapatan UMKM pun mulai mengalami peningkatan.
Edy berharap, kedepan semakin banyak pelaku UMKM yang bergabung dalam ekosistem dapur MBG. Sejauh ini, katanya, tak ada kendala berarti bagi pelaku usaha yang ingin ikut program itu. Asal bisa menjaga kualitas bahan dan punya komitmen berkelanjutan, UMKM bisa langsung gabung.
“Kadang memang ada tantangan modal karena harus menyiapkan bahan dalam jumlah besar. Namun, pelaksana dapur biasanya membayar secara tunai. Jadi, perputaran modal cepat dan suplai tetap lancar,” ujar Edy saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, Sabtu (18/10/2025).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya