Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penerima Bansos Nolak Rumahnya Ditempeli Stiker “Keluarga Miskin”
Kamis, 30 Oktober 2025 07:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Saat ini, Pemerintah sedang mencairkan bantuan sosial (bansos). Namun, sebagian warga memilih mundur sebagai penerima bansos karena tidak mau rumahnya ditempeli stiker “Keluarga Miskin”. Meski butuh bansosnya, mereka malu dengan tempelan stiker tersebut.
Fenomena ini salah satunya terjadi di Kepahiang, Bengkulu. Dalam video yang viral di berbagai media sosial, ratusan warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) di Kepahiang, menolak rumahnya dipasangi stiker Keluarga Miskin.
Sejumlah warga memilih menyatakan mengundurkan diri saat petugas Dinas Sosial hendak menempelkan stiker “Keluarga Miskin” di depan rumah mereka. Ada yang mundur karena malu, ada yang merasa sudah mampu, dan ada yang tersinggung label dalam stiker tersebut.
Baca juga : Diundang Prabowo Ke Widya Chandra, Dasco: Berbagi Informasi
Program Bansos PKH ini diperuntukkan untuk keluarga yang memenuhi kriteria tertentu. Seperti memiliki penghasilan di bawah batas tertentu, terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan tidak memiliki aset atau penghasilan tetap yang mencukupi kebutuhan dasar. Salah satu upaya agar bansos tepat sasaran, setiap daerah punya kebijakan sendiri. Di Kepahiang, Dinas Sosial menempelkan stiker “Keluarga Miskin” pada penerima bansos.
Sejak Senin (20/10/2025), Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kepahiang Helmi Johan dan tim menyambangi rumah penerima bantuan untuk menempelkan stiker. Helmi dan tim menuju salah satu rumah penerima manfaat di Kelurahan Padang Lekat. Rumah ini kondisinya cukup layak dan ukurannya besar, lengkap dengan garasi yang di dalamnya ada mobil berwarna hitam.
Kepada pemilik rumah, Helmi mengatakan akan menempel stiker “Keluarga Miskin” berukuran sekitar 40x50 cm di depan rumah. Stiker tak boleh dicopot, ditutupi, apalagi dihilangkan. Jika dicopot atau ditutup, pemilik manfaat dianggap mengundurkan diri.
Baca juga : Muhammad Taufik Zoelkifli: Sarana, Prasarana, Dan Layanan Harus Dibenahi
“Kami pasang ini, Ibu. Kalau mundur, kami tidak jadi pasang,” ucap Helmi. Sang pemilik rumah memutuskan mengundurkan diri. “Mundur, kalau begitu,” ujar pemilik rumah.
Ada juga warga yang menolak menerima bansos karena sudah berkali-kali dapat. Warga ini memilih mengalihkannya kepada warga lain yang membutuhkan.
Ada pula warga penerima manfaat yang memberi saran kepada Pemerintah agar lebih bijak dan efektif agar bansos tepat sasaran.
Baca juga : Djoko Sutijowarno: Wajar Kok, UMR Saja Setiap Tahunnya Naik
“Kan bisa ditulis penerima bansos, diperhalus, stikernya tak perlu sebesar itu,” ungkap warga Kepahiang yang enggan disebut namanya.
Namun, ada warga yang tak masalah rumahnya ditempeli stiker itu. Seperti Sri Mulyati, warga Kelurahan Kepahiang. Dia merasa pantas karena hanya ibu rumah tangga, janda, dan kini hidup dengan seorang anak. Kebutuhan hidup sehari-harinya dibantu sang anak, yang bekerja narik odong-odong di Pasar Kepahiang. Penghasilan sang anak pun tidak menentu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya