Dark/Light Mode

20 Tahun Tak Pernah Berubah, Tarif Transjakarta Diwacanakan Naik

Muhammad Taufik Zoelkifli: Sarana, Prasarana, Dan Layanan Harus Dibenahi

Kamis, 30 Oktober 2025 07:15 WIB
Muhammad Taufik Zoelkifli, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta.
Muhammad Taufik Zoelkifli, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menaikkan tarif TransJakarta dalam waktu dekat.

Kenaikan itu dilakukan karena subsidi yang diberikan untuk para penumpang cukup tinggi, yaitu mencapai lebih dari Rp 9.000 per penumpang. Rencana ini pun mendapat respons beragam.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku hingga kini pihaknya masih belum bisa menentukan besaran tarif. Ia perlu melakukan kajian untuk menentukan besaran tarif yang tidak terlalu membebani keuangan Jakarta.

Baca juga : Djoko Sutijowarno: Wajar Kok, UMR Saja Setiap Tahunnya Naik

“Jadi kami sedang memfinalkan untuk itu (tarif TransJakarta),” kata dia di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Dia mengaku sudah menampung sejumlah usulan dari masyarakat terkait besaran tarif yang ideal. Dari berbagai komentar warganet di media sosial, mayoritas tarif yang cocok adalah Rp 5.000 atau Rp 7.000.

“Tetapi kami akan memutuskan sesuai dengan nanti apa yang menjadi kemampuan masyarakat,” kata Pramono.

Baca juga : Legislator Minta Kemenhaj Terbitkan Panduan Khusus

Dia menyatakan, saat ini nilai keekonomian atau tarif TransJakarta tanpa subsidi adalah sekitar Rp 13 ribu per penumpang. Artinya, Pemprov DKI harus memberikan subsidi sebesar Rp 9.700 per penumpang, mengingat tarif TransJakarta saat ini hanya Rp 3.500 per penumpang.

Pengamat Transportasi Djoko Sutijowarno menilai, sudah waktunya tarif Transjakarta dinaikkan. Sebab, kata dia, tarif angkutan kota semacam Transjakarta di kota lain jauh lebih tinggi.

“Sekarang di luar Jakarta, misal Trans Patriot yang tarifnya sudah di atas Rp 5.000. Padahal, UMR mereka lebih rendah dibandingkan UMR Jakarta,” ujar Djoko kepada Rakyat Merdeka, Rabu (29/10/2025).

Baca juga : Golkar Banten: Pergantian Pengurus Beres Desember

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli menilai, memang warga jangan diberatkan lagi. Namun, kata dia, ketika sudah ada kajian bahwa masyarakat mampu membayar untuk transportasi, maka DPRD memahaminya.

“Ditambah saat ini DKI Jakarta sedang efisiensi. Kalau tarifnya naik maka subsidi ke Transjakarta bisa lebih kecil,” ungkap Taufik kepada Rakyat Merdeka, Rabu (29/10/2025).

Untuk mengetahui pandangan Muhammad Taufik Zoelkifli mengenai rencana kenaikan tarif Transjakarta, berikut wawancaranya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.