Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Barantin Gagalkan Ekspor Sarang Burung Walet Kotor Rp 11 Miliar Ke Vietnam
Selasa, 11 November 2025 20:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Karantina Indonesia (Barantin) sukses menggagalkan upaya ekspor Sarang Burung Walet (SBW) kotor senilai Rp 11 miliar. Ratusan kilogram SBW bermasalah dengan tujuan Vietnam itu ditindak di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (11/11).
Tindakan tegas ini diambil Barantin setelah menemukan indikasi kecurangan ekspor yang dilakukan oleh CV Cindo Jaya Perkasa. Pelaku usaha itu diduga sengaja menukar SBW yang telah disertifikasi bersih dengan produk kotor dan rusak yang tidak layak ekspor.
Kepala Barantin, Sahat Manaor Panggabean, mengatakan penindakan ini adalah bagian dari komitmen pemerintah menjaga marwah ekspor unggulan bangsa.
Sahat menjelaskan, penindakan ini bermula dari kecurigaan petugas Karantina di lapangan. Petugas melihat adanya anomali pada data pergerakan ekspor SBW ke luar negeri, khususnya lonjakan tinggi ke Vietnam.
"Cuma yang janggal ini, kok tiba-tiba yang (ekspor SBW) ke Vietnam itu terlalu tinggi angkanya," jelas Sahat dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/11).
Baca juga : WAMI Serahkan Dana Royalti Rp 64 Miliar Ke LMKN Untuk Diverifikasi
Petugas Karantina Soekarno-Hatta kemudian bergerak cepat. Mereka melakukan operasi patroli rutin yang dilanjutkan dengan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu Regulated Agent (RA) atau agen pengecekan kargo.
Benar saja, saat petugas melakukan pemeriksaan fisik, ditemukan indikasi kecurangan berat. Produk SBW yang sebelumnya telah dinyatakan bersih, sesuai SOP, dan telah disertifikasi karantina, ternyata telah ditukar dengan produk kotor.
Dijelaskan Sahat, saat pengecekan, ditemukan banyak produk SBW yang kotor, pecah, serta tercampur aduk dengan SBW utuh yang seharusnya diekspor.
Total ada 27 boks SBW yang diamankan. Beratnya mencapai 950 kilogram atau hampir satu ton. Kerugian dari upaya penggagalan ekspor ilegal ini ditaksir mencapai belasan miliar rupiah.
"Tadi kita kalkulasi sementara itu kerugian diperkirakan mencapai Rp 11 miliar. Nah ini bisa berbahaya," kata Sahat.
Baca juga : Perluas Jaringan Ekspor, IPC TPK Perkuat Konektivitas Maritim Ke Vietnam
Sahat menegaskan, apabila produk kotor tersebut sampai lolos ke negara tujuan, dampaknya bisa sangat serius. Selain menurunkan kepercayaan mitra dagang, insiden ini dapat memicu pembatasan impor oleh negara tujuan.
Hal ini, lanjutnya, akan merugikan ribuan pelaku usaha kecil (UMKM) yang menggantungkan hidupnya dari ekspor komoditas ini.
"Nah ini teman-teman pelaku usaha harus sadari, karena kalau sampai lolos. itu yang terganggu nanti industri UMKM kita terkait dengan sarang burung walet. Bisa-bisa UMKM kita nanti akan banyak yang tutup," tegasnya.
Sahat juga menyebut tindakan fraud ini tidak sesuai dengan arahan Presiden mengenai hilirisasi.
"Arah presiden kan kita harus hilirisasi supaya bisa membuka lapangan pekerjaan, ada nilai tambahnya," ujarnya.
Baca juga : Selama 2025, FIFGROUP Salurkan Pembiayaan Tanpa Bunga Total 2,9 Miliar Rupiah
Langkah cepat Barantin ini disebut bukan hanya menggagalkan ekspor ilegal, tetapi juga menyelamatkan citra Indonesia.
"Sarang burung walet adalah kebanggaan Indonesia, dan kami akan pastikan hanya produk yang benar-benar layak yang meninggalkan negeri ini,” tegas Sahat.
Ke depan, Barantin akan terus memperkuat sinergi dengan otoritas bandara dan maskapai. Pengawasan akan diperketat, dari sertifikasi hingga barang masuk kargo, termasuk memperkuat digitalisasi dokumen.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya