Dark/Light Mode

Raup Potensi Ekspor Rp 12,56 Miliar

UMKM RI Ngegas Di China

Senin, 7 Juli 2025 07:00 WIB
Atase Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing Budi Hansyah. (Foto: Instagram/budihansyah)
Atase Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing Budi Hansyah. (Foto: Instagram/budihansyah)

RM.id  Rakyat Merdeka - Daya saing produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia ngegas alias menunjukkan peningkatan di ajang China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) 2025. Para pelaku usaha lokal meraup potensi ekspor hingga Rp 12,56 miliar.

Ajang CISMEF 2025 digelar pada 27–30 Juni 2025 di Guang­zhou, China.

Atase Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing Budi Hansyah menyebut, pameran tersebut menjadi panggung strategis untuk memperluas eksposur produk lokal di pasar China.

Produk seperti kakao, rem­pah-rempah, kerupuk udang, serta makanan bebas gluten telah menghasilkan nota kesepahaman dengan calon mitra dari China.

“Potensi transaksinya mencapai Rp 12,56 miliar,” ujar Budi dalam keterangan resmi Kemen­terian Perdagangan (Kemendag), Minggu, (6/7/2025).

Baca juga : Warga Curhat Kesulitan Air Bersih Untuk Mandi

Ia menjelaskan, tingginya minat pengunjung terhadap produk-produk Indonesia menunjukkan daya saing UMKM nasional yang semakin kuat.

“Eksposur pada ajang CISMEF memberikan nilai tambah tersendiri dalam mem­bangun citra Indonesia sebagai mitra dagang yang inovatif dan kompetitif,” katanya.

Paviliun Indonesia pada pameran tahun ini menghadirkan 25 pelaku UMKM yang difasilitasi oleh Atase Perdagangan KBRI Beijing dan Ke­menterian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

Ragam produk yang ditampil­kan mencakup sektor pangan, kerajinan tangan, fashion, hingga aksesori.

“Sinergi lintas kementerian dan perwakilan diplomatik terse­but menjadi bagian dari upaya strategis memperluas jangkauan pasar ekspor UMKM Indone­sia,” ujar Budi.

Baca juga : Febby Rastanty, Pegang Gaji Suami

Perwakilan UMKM dari PT Mandala Prima Makmur Susi Julianti menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah dalam memfasilitasi keikutsertaan perusahaannya.

Menurut dia, partisipasi di CISMEF membuka peluang besar untuk memperluas pasar, khusus­nya bagi produk bubuk kakao.

“Produk lain seperti minuman cokelat, keripik tempe, salted egg fish skin, coffeeball, serta rempah-rempah seperti lada pan­jang, cengkeh, dan kayu manis juga mendapat respons positif,” ujar Susi.

Untuk mendukung kelancaran ekspor, pihaknya tengah mem­persiapkan pendaftaran izin General Administration of Cus­toms of the People’s Republic of China (GACC).

CISMEF 2025 merupakan salah satu pameran internasional terbe­sar di Asia-Pasifik yang berfokus pada pengembangan UMKM.

Baca juga : MPR Kumpulkan Pimpinan Fraksi, Amandemen Menguat Pasca Putusan MK

Ajang ini telah mendapat pengakuan dari Global Associa­tion of the Exhibition Industry (UFI), dengan partisipasi lebih dari 30 negara dan organisasi internasional.

Mengusung tema, Large and Small, Opportunities for All, CISMEF 2025 sejalan dengan misi Program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (BISA Ekspor) yang diinisiasi Kemendag.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan, program BISA Ekspor bertujuan mem­perluas akses pasar produk Indonesia secara global.

“Kemendag juga memfasilitasi partisipasi dalam misi dagang, serta optimalisasi perjanjian da­gang yang telah dijalin dengan negara-negara mitra. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, pelaku UMKM Indonesia bisa naik kelas dan meningkatkan ekspor,” ujar Busan, sapaan akrabnya. NOV/DIR

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.