Dark/Light Mode

Katong Basudara Minta Negara Akui Jasa AM Sangadji

Kamis, 13 November 2025 13:02 WIB
Sandri Rumanama bersama Jaringan Katong Basudara Melanesia Satu menyerukan pengakuan Pahlawan Nasional untuk AM Sangadji. (Dok. Katong Bersaudara)
Sandri Rumanama bersama Jaringan Katong Basudara Melanesia Satu menyerukan pengakuan Pahlawan Nasional untuk AM Sangadji. (Dok. Katong Bersaudara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jaringan Katong Basudara Melanesia Satu berharap pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh asal Maluku, Abdul Muthalib Sangadji (AM Sangadji). Jaringan Katong menilai Sangadji memiliki peran besar dalam kemerdekaan Indonesia. 

Koordinator Nasional Katong Basudara Melanesia Satu, Sandri Rumanama mengatakan perjuangan untuk mengusulkan AM Sangadji sebagai Pahlawan Nasional telah dilakukan sejak tahun 2020. Namun, hingga kini belum mendapat respons positif. 

“Abdul Muthalib Sangadji ikut memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini, bahkan diasingkan ke beberapa daerah seperti Sumatera dan akhirnya dimakamkan di Yogyakarta. Namun, jasanya seakan diabaikan,” kata Sandri, dalam keterangannya, Rabu (12/11/2025).

Baca juga : BSI Kantongi Izin Bulion Di Jasa Simpanan Emas

AM Sangadji adalah tokoh perintis kemerdekaan asal Pulau Haruku, Maluku Tengah, yang dikenal dengan julukan “Jago Tua”. Lahir pada 3 Juni 1889, ia semula berprofesi sebagai panitera pengadilan sebelum memutuskan untuk aktif dalam pergerakan nasional.

"Kami menilai pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka mekanisme penetapan pahlawan nasional agar tidak menimbulkan kesan diskriminatif. Dari Jawa Timur saja bisa sampai tiga tokoh ditetapkan pada tahun ini. Kami hanya ingin tahu, apakah perjuangan dari timur dianggap kurang berarti?” tambah Sandri.

Ia menegaskan, perjuangan pihaknya semata-mata memperjuangkan sosok figur dari Maluku yang ikut memperjuangkan kemerdekaan RI. 

Baca juga : Kabar Duka, Mantan Ketua KPK Antasari Azhar Meninggal Dunia

“Kamk berharap Presiden Prabowo Subianto mendengar suara ini karena kami sedang konsolidasi menyuarakan hak masyarakat Maluku. Kami punya kontribusi besar bagi bangsa ini, tapi kami terlalu sabar selama ini," tegasnya. 

Sandri menambahkan, pengakuan terhadap tokoh seperti AM Sangadji bukan hanya sebagai penghormatan, tetapi juga sebagai pengingat bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia lahir dari seluruh penjuru nusantara.

“Kami ingin anak-anak di Maluku tahu bahwa leluhur mereka juga bagian dari perjuangan bangsa yang besar. Jangan sampai sejarah Indonesia hanya ditulis dari satu arah,” cetusnya.

Baca juga : Pasangan Pecinta Hewan Menikah Di Kandang Sapi

AM Sangadji dikenal sebagai anggota Sarekat Islam dan tokoh yang berjuang bersama HOS Cokroaminoto, Agus Salim dan Abdul Muis. Ia turut terlibat dalam rapat perumusan Sumpah Pemuda 1928 dan menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Selain berjuang di bidang politik, ia juga mendirikan Balai Pendidikan dan Pengajaran Rakyat Indonesia (BPPRI) di Tenggarong, serta koperasi dan persatuan pedagang pasar untuk memperkuat ekonomi rakyat kecil.

Pada masa revolusi, Sangadji berjalan kaki dari Samarinda ke Banjarmasin untuk mengumumkan kemerdekaan dan mengibarkan bendera Merah Putih. Ia kemudian ditangkap oleh Belanda, dipenjara, dan setelah bebas, bergabung dengan Laskar Hisbullah di Yogyakarta. Ia gugur pada tahun 1947 dalam Agresi Militer Belanda I dan dimakamkan di Yogyakarta. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.