Dark/Light Mode

BNPB: Total Korban Meninggal Longsor Cilacap 11 Orang, 12 Hilang

Sabtu, 15 November 2025 22:35 WIB
Operasi pencarian dan pertolongan korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap hingga Sabtu (15/11/2025) pukul 18.00 WIB, kembali menemukan tujuh jenazah dan dua potongan tubuh. (Foto: dok. BNPB)
Operasi pencarian dan pertolongan korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap hingga Sabtu (15/11/2025) pukul 18.00 WIB, kembali menemukan tujuh jenazah dan dua potongan tubuh. (Foto: dok. BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, operasi pencarian dan pertolongan korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap yang dilakukan hingga Sabtu (15/11/2025) pukul 18.00 WIB, kembali menemukan tujuh jenazah. Selain itu, juga didapati dua potongan tubuh yang kemudian diidentifikasi milik satu nama. 

Dengan ditemukannya korban tertimbun ini, total korban meninggal dunia dalam peristiwa tanah longsor Cilacap berjumlah 11 jiwa. Rinciannya, dua jenazah ditemukan pada hari pertama, satu jenazah ditemukan pada hari kedua, dan delapan jenazah pada hari ketiga. Sementara total orang yang masih dalam pencarian berjumlah 12 jiwa. 

Dalam operasi pencarian dan pertolongan yang memasuki hari ketiga ini, tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas BPPD TNI Polri dan relawan turun ke lapangan mulai pukul 7.30 WIB. 

Di bawah langit mendung, tim SAR  gabungan kembali menyisir area terdampak longsor yang meliputi tiga dusun yaitu Dusun Cibeunying, Cibuyut, dan Tarukahan.

Baca juga : BNPB Pastikan Semua Komponen Bergerak Tangani Longsor Cilacap

Upaya pencarian dilakukan dengan membagi lima wilayah sektor kerja. Misi hari ini adalah pencarian dan pertolongan warga yang dilaporkan hilang, setelah terjadinya longsor pada Kamis (13/11/2025) malam lalu. 

Hari ini, 520 personel SAR gabungan dikerahkan untuk percepatan operasi SAR.  Sesuai perencanaan operasi pada Jumat (14/11/2025) malam, penambahan alat berat dikerahkan untuk mendukung operasi pada pagi tadi. Tujuh unit ekskavator diaktifkan untuk menggali dengan hati-hati titik lokasi, yang diduga terdapat korban jiwa di dalamnya.

Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Budi Irawan pagi ini turut meninjau lokasi terdampak. Setelah mengetahui langsung kondisi di lapangan, Budi meminta sumber daya pencarian dan pertolongan dimaksimalkan dengan penambahan alat berat. Mengingat tingginya timbunan material longsor bervariasi antara 2-8 meter. Jika menggunakan peralatan sederhana, tak mungkin bisa dilakukan pencarian dengan cepat.

"Untuk percepatan operasi SAR, seluruh sumber daya bisa dikerahkan 24 jam, jika situasi memungkinkan," kata Budi.

Baca juga : Longsor di Cilacap: 3 Orang Tewas, 21 Orang Hilang, 12 Rumah Terkubur

Dalam upaya pencarian ini, total 19 anjing pelacak didatangkan dari Kantor SAR Semarang, Polda Jateng, dan beberapa Polres se-Jawa Tengah. 

Anjing-anjing yang mayoritas berjenis Belgian Maloinis dan German Shepherd ini memiliki spesikasi khusus SAR cardaver alias mempunyai penciuman tajam khusus untuk operasi SAR.

Buddy, salah satu unit K9 dari Polres Temanggung berjenis German Shepherd hari ini menemukan empat titik yang diduga terdapat korban tertimbun. Buddy bekerja dalam tim bersama rekan unit K9 bernama Jack D, milik Polres Cilacap.

Faktor cuaca menjadi unsur penting dalam operasi tanggap darurat longsor Desa Cibeunying. Hingga Minggu (16/11/2025), cuaca di wilayah Kecamatan Majenang diprakirakan akan turun hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Baca juga : Ledakan SMAN 72, Mayoritas Korban Kena Gangguan Pendengaran

Turunnya hujan akan berpengaruh pada waktu operasional pencarian korban yang diduga masih tertimbun. Beruntung, pada pagi hingga sore hari ini (15/11), tidak turun hujan meskipun langit mendung. Operasi SAR hari ketiga ditutup pada pukul 16.00 WIB.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.