Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Zita Anjani: Tanpa Ilmuwan Lokal, Rafflesia Hasseltii Tak Akan Ditemukan
Selasa, 25 November 2025 20:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penemuan ulang Rafflesia Hasseltii di Hutan Sumatera Barat kembali menarik perhatian global. Namun di tengah sorotan internasional, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata (UKP Pariwisata) Zita Anjani menegaskan bahwa ilmuwan Indonesia memiliki peran kunci dalam menemukan, memetakan, hingga meriset bunga langka tersebut. Bukan hanya lembaga asing seperti Oxford atau mitra internasional lainnya.
Rafflesia merupakan bunga parasit raksasa yang sangat sulit ditemukan karena tidak memiliki batang dan daun, hidup terbatas di habitat tertentu, serta hanya mekar dalam hitungan hari. Oleh karena itu, pengetahuan ekologis dan keahlian ilmuwan lokal menjadi faktor utama yang memungkinkan penemuan ini kembali terjadi.
Menurut Zita Anjani, peneliti lokal seperti Iswandi, Joko Witono, dan Septi Andriki yang telah bertahun-tahun melakukan pemetaan, merintis jalur hutan terpencil, bekerja bersama masyarakat adat, hingga menjaga catatan ilmiah mengenai habitat Rafflesia.
Baca juga : Tanpa Sinner, Italia Cetak Rekor Hattrick
“Publik harus tahu bahwa tanpa mereka, riset global pun tidak mungkin berjalan,” tegas Zita, dalam keterangan tertulis, Selasa (25/11/2025).
UKP Pariwisata menekankan bahwa Indonesia tetap terbuka untuk kolaborasi internasional, namun kontribusi ilmuwan lokal wajib diakui setara agar kerja sama riset berjalan adil, berintegritas, dan memberi manfaat nyata bagi konservasi serta pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis sains.
“Kolaborasi global penting. Tapi pengetahuan lokal harus dihargai setara. Tanpa ilmuwan Indonesia, Rafflesia tak akan ditemukan," ungkap Zita Anjani.
Baca juga : Presiden Apresiasi Penanganan Longsor Cilacap, Mendagri Pastikan Dukungan Penuh
Zita juga menekankan bahwa pengakuan kepada ilmuwan lokal bukan hanya soal penghargaan individu, tetapi bagian dari pembangunan kebijakan nasional di sektor konservasi dan pariwisata berkelanjutan.
“Konservasi bukan hanya menjaga bunga atau hutan. Ini juga tentang menjaga martabat ilmu pengetahuan milik bangsa. Kalau ilmuwan Nusantara tidak mendapat tempat yang setara, maka strategi pariwisata berbasis sains pun akan kehilangan pijakan,” ujar Zita.
Penemuan ulang ini tidak hanya membuka peluang riset lebih lanjut, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keanekaragaman hayati dunia yang dipimpin oleh ilmuwan Nusantara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya