Dark/Light Mode

Pemerintah Gercep Tangani Bencana Sumut-Sumbar-Aceh

Sabtu, 29 November 2025 07:53 WIB
Korban meninggal akibat banjir bandang di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dievakuasi, Jumat (28/11/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Yudi Manar/sgd)
Korban meninggal akibat banjir bandang di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dievakuasi, Jumat (28/11/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Yudi Manar/sgd)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah gerak cepat (gercep) tangani bencana di Sumatera Utara-Sumatera Barat-Aceh. Empat pesawat berisi bantuan dan alat-alat berat dikirim langsung ke lokasi. Ribuan personel TNI-Polri diterjunkan. Kapal perang, hingga helikopter juga disiagakan.

Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi pada Senin–Selasa (24–25/11/2025) mengakibatkan banjir dahsyat disertai tanah longsor. Tiga provinsi di Sumatera terdampak pa ling parah. Ratusan warga meninggal, puluhan warga hilang, ribuan warga mengungsi. 

Tak hanya korban jiwa, banjir dahsyat juga merusak infrastruktur. Jalan terputus, jembatan ambruk, permukiman hanyut terbawa arus, jaringan listrik dan internet rusak berat. 

Dari Jakarta, Pemerintah langsung merespons cepat. Tidak sampai 1x24 jam mendapat instruksi dari Presiden Prabowo Subianto, anggota kabinet dibantu TNI-Polri dan lembaga lainnya, langsung melakukan aksi konkret. 

Jumat (28/11/2025) pagi, empat pesawat angkut milik TNI yang terdiri dari tiga Hercules C-130 dan satu Airbus A400—lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma membawa bantuan. 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan, langkah cepat ini merupakan instruksi langsung Presiden. “Empat pesawat sudah berangkat pukul 07.30 WIB,” ujar Teddy saat melepas bantuan bersama Menko PMK Pratikno serta jajaran TNI AU. 

Keempat pesawat itu, masing-masing akan mendarat di Padang, Sumatera Barat; kemudian ke bandara terdekat di Tapanuli, yakni di Bandara Silangit, Sumatera Utara; dan ke bandara di Banda Aceh dan Lhokseumawe, Aceh Utara. 

Sejumlah logistik penting yang dikirimkan segera antara lain kebutuhan mendesak di lapangan, terutama yang vital bagi kelompok rentan (ibu hamil, bayi, anak-anak, dan lansia). Bahan makanan siap saji juga diprioritaskan. Selain itu, 150 unit tenda, 64 unit perahu karet, alat bantu listrik genset, dan 100 perangkat sinyal untuk alat komunikasi. 

"Agar komunikasi bisa dimulai kembali," ujarnya. 

Baca juga : Jurnalisme Bermakna, MelampauiĀ Algoritma

Kementerian Kesehatan dan TNI juga mengirimkan tim medis terdiri atas dokter, perawat, serta bantuan obat-obatan. "Kami pastikan, semua bantuan segera terbang ke lokasi, sampai daerah terdalam," yakin Teddy. 

Teddy menambahkan, bantuan sebenarnya sudah dikirim sejak hari pertama bencana. Armada udara TNI dan pesawat sipil bergerak bergantian untuk membawa tenda, logistik, dan tenaga medis. 

Menko PMK Pratikno menambahkan, Kementerian PU telah menurunkan alat berat di berbagai titik longsor untuk membuka akses yang tertutup material tanah dan pohon tumbang. “Bapak Presiden berkomunikasi langsung dengan kepala daerah di Sumut, Sumbar, dan Aceh. Semua kebutuhan lapangan harus terpenuhi cepat,” katanya. 

Tak hanya mengirimkan logistik, Pemerintah juga berupaya agar banjir tidak semakin parah. Salah satunya, dengan melakukan modifikasi cuaca dengan mengalihkan hujan ke wilayah perairan agar debit air di daratan berkurang. 

“Siklon Tropis Senyar sudah mulai mereda. Tapi di utara muncul Siklon Tropis Koto. Warga tetap harus waspada,” ujar Pratikno. 

TNI-Polri juga ikut ambil bagian. Sebanyak 4 ribu prajurit TNI dari 3 Matra : Angkatan Udara (AU), Angkatan Darat (AD), dan Angkatan Laut (AL) diterjunkan ke 3 provinsi. 

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan, selain personel, alutsista yang dimiliki masing-masing Matra juga dikerahkan. TNI AU lima unit pesawat untuk memuat logistik, hingga helikopter sembilan unit dari TNI Angkatan Darat dan Angkatan Laut. 

"Sudah diatur untuk penempatan helikopter tersebut di Aceh tiga unit, di Sumut tiga unit dan di Sumbar tiga unit juga," ujar Jenderal Agus usai Upacara Wisuda Prabhatar di Akmil Magelang, Jawa Tengah, Jumat (28/11/2025). 

Selain Angkatan Udara, Angkatan Laut juga menyiapkan empat kapal KRI yang hari ini diberangkatkan yakni KRI Suharso, KRI Semarang, KRI Teluk Banten, dan KRI Gilimanuk. 

Baca juga : Akhirnya Bebas, Mantan Dirut ASDP Berkali-kali Usap Mata

"Material dan logistik diangkut 3.000 paket, genset 100 unit, tenda dan sebagainya untuk para pengungsi dan masyarakat yang terdampak," urainya. 

Di tempat yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit menegaskan, Polri juga mengerahkan personel dari pusat hingga Polsek. Mereka membangun dapur umum, mendirikan tenda, membantu evakuasi, hingga membuka akses jalan. 

Tim DVI disiapkan untuk identifikasi korban yang sulit dikenali. Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo memerinci, total 1.030 personel diturunkan, terdiri dari Satwil, Ditsamapta, Brimob, TIK, dan Dokkes. 

Polri bahkan memasang jaringan komunikasi darurat Starlink di sejumlah titik dan menyiapkan helikopter Mabes Polri untuk evakuasi udara. “Operasi kemanusiaan ini butuh kolaborasi penuh,” ujar Trunoyudo. 

Polri juga akan mendatangkan helikopter dari Mabes Polri untuk evakuasi udara dan distribusi logistik. Pihaknya mengajak pemerintah daerah, relawan, dan seluruh elemen masyarakat bersamasama membantu korban terdampak. 

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam peringatan Hari Guru Nasional di Jakarta, menyampaikan duka yang mendalam atas bencana yang terjadi Sumatera. Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa pemerintah telah bereaksi cepat. 

“Kita telah mengirim 3 Hercules dan 1 A400 untuk kesekian kalinya,” ucap Prabowo. 

Ia sekaligus mengingatkan soal kerusakan lingkungan, pembabatan hutan, serta dampak perubahan iklim. Prabowo mengajak para guru memasukkan materi pelestarian lingkungan dalam kurikulum sekolah. “Kerusakan lingkungan ini tantangan yang harus kita hadapi,” tegasnya. 

Korban Jiwa Terus Bertambah 

Korban jiwa akibat banjir dahsyat di tiga provinsi terus bertambah. Dalam laporan resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Jumat (28/11/2025) pukul 18.00 WIB, total korban meninggal dunia di 3 provinsi sudah mencapai 174 orang, 79 orang dilaporkan hilang, sementara ribuan orang mengungsi. 

Baca juga : Jokowi: Saya Tak Pernah Resmikan Bandara IMIP

Kepala BNPB Letjen Suharyanto memaparkan, korban meninggal di Sumatera Utara 116 orang dan 42 orang yang hilang. 

"Untuk Sumatera Barat, 23 orang yang meninggal, 12 orang hilang, dan 4 jiwa alami luka," ujar Suharyanto disiarkan langsung di kanal YouTube BNPB Indonesia, Jumat (28/11/2025). 

Suharyanto menyebut wilayah terparah di Sumbar adalah Padang Pariaman, Tanah Datar, Solok, dan Kota Padang. Total ada 3.900 keluarga yang terdampak. 

Sedangkan, di Aceh total ada 35 korban tewas, 25 orang yang hilang, dan 8 korban luka. "Data bisa berubah seiring proses pencarian yang terus dilakukan," tutur dia. 

Saat ini pihaknya telah mengerahkan tim untuk berkoordinasi dan menyusun langkah penanganan darurat bersama BPBD, TNI-Polri, dan Pemerintah Daerah setempat. 

Selain koordinasi dan pendataan, tim BNPB juga turut membawa sejumlah bantuan kebutuhan dasar untuk masyarakat terdampak. BNPB juga terus membuka akses yang terputus akibat tanah longsor di sejumlah titik. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.