Dark/Light Mode

Belum Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional, Banjir Sumatera Renggut 303 Nyawa

Minggu, 30 November 2025 07:53 WIB
Anggota Brimob Polda Sumut yang mengevakuasi korban meninggal dan warga melintasi sungai melalui jembatan darurat di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). (Foto: Antara Foto)
Anggota Brimob Polda Sumut yang mengevakuasi korban meninggal dan warga melintasi sungai melalui jembatan darurat di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). (Foto: Antara Foto)

 Sebelumnya 
BNPB telah menyalurkan bantuan berupa paket sembako, hygiene kit, kasur lipat, makanan siap saji, dan perlengkapan kebersihan ke sejumlah titik yang bisa dijangkau. “Starlink juga sudah didistribusikan ke pemerintah daerah, baik di titik pengungsian maupun posko darurat,” ujar Suharyanto. 

Soal status bencana, kata Suharyanto, bencana ini masih masuk kategori bencana daerah tingkat provinsi. Pemerintah belum menetapkan status bencana nasional karena kondisinya sudah membaik. 

Suharyanto mengingatkan, kasus bencana seperti Gempa Palu, Gempa Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Gempa Cianjur juga tidak ditetapkan sebagai bencana nasional. “Status bencana nasional yang pernah ditetapkan itu kan Covid-19 dan Tsunami Aceh 2004,” ucap Suharyanto. 

Baca juga : Temuan Bapanas, Beras Mahal Di 37 Daerah

Dia menjelaskan, penetapan status bencana nasional melalui berbagai pertimbangan, salah satunya dari skala korban. Sementara situasi bencana di utara Sumatera saat ini, belum mencapai ambang penetapan status bencana nasional. 

Bantuan Terus Mengalir 

Bantuan logistik dan peralatan terus berdatangan ke tiga provinsi terdampak. TNI mengirim 76.500 ton bantuan dari Posko TNI AU Halim Perdanakusuma, serta mengerahkan lima pesawat angkut dan sebelas helikopter untuk menjangkau wilayah terisolir. 

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyebut total 11 helikopter TNI dan Basarnas telah dikirim dari Jakarta ke lokasi bencana. Sembilan di antaranya sudah beroperasi sejak 26 November, sementara dua helikopter tambahan diberangkatkan menuju Aceh. 

Baca juga : Cerita Gubernur Mualem: “Aceh Seakan Alami Tsunami Kedua”

Seluruh armada udara fokus pada distribusi logistik ke daerah yang akses daratnya terputus, dengan mempertimbangkan keselamatan dan kondisi cuaca. 

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan pihaknya sedang memetakan infrastruktur yang rusak untuk percepatan pemulihan. Ia memastikan kesiapan pengerahan alat berat selama masa tanggap darurat. 

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau wilayah terdampak di Pidie dan Pidie Jaya, Aceh. Tito menyerap aspirasi warga untuk mencegah bencana serupa dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, termasuk pasokan listrik yang terganggu. 

Baca juga : Iman Zanatul Haeri: Perlindungan Guru Cenderung Lemah

Tito berharap seluruh unsur pemerintahan bergerak cepat dalam pemulihan, terutama perbaikan prasarana dasar, pemulihan akses transportasi, serta memastikan kebutuhan logistik dan layanan kesehatan dapat terpenuhi. 

Sementara, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Polri mengerahkan dua pesawat CN dan Fokker untuk mengirimkan bantuan untuk korban banjir Sumatera. Selain itu, Polri juga mengerahkan 87 prajurit untuk melakukan pemulihan di daerah tersebut. [FAQ/UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.