Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kasih Penjelasan Soal Penggundulan HutanÂ
Menhut Pilih Offline, Eks Menhut Podcast
Rabu, 3 Desember 2025 07:40 WIB
Sebelumnya
Sementara itu, Zulhas memberikan penjelasan melalui kanal YouTube “Curhat Bang Denny Sumargo”, Senin (1/12/ 2025). Podcast berdurasi 1 jam 9 menit berjudul “Saya Siap Bertanggung Jawab Dunia Akhirat, Video Harrison Ford Terungkit Lagi, Ini Jawaban Zulhas” tersebut telah ditonton lebih dari 520 ribu kali hingga Selasa (2/12/2025) malam.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) saat podcast di kanal YouTube “Curhat Bang Denny Sumargo”, Senin (1/12/ 2025). (Foto: YouTube/Curhat Bang Denny Sumargo)
Dalam podcast itu, Zulhas menjelaskan kembali konteks video lawas dirinya saat berdialog dengan aktor Hollywood Harrison Ford mengenai kerusakan hutan di Tesso Nilo, Riau. Ia mengatakan, rekaman yang kerap kembali viral itu, tidak menampilkan keseluruhan penjelasan sehingga menghilangkan konteks sebenarnya.
Menurut dia, persoalan kerusakan hutan pada masa awal reformasi tidak bisa diselesaikan hanya melalui instruksi kementerian karena adanya dinamika kewenangan daerah dan tekanan politik. “Ford menganggap Indonesia seperti Amerika. Padahal pejabat saat itu ragu mengambil tindakan karena situasi politik dan tekanan masyarakat begitu besar,” ujarnya.
Baca juga : Keluarga Besar BUMN Kirim Bantuan Tahap Awal Dan Lanjut Ke Aceh-Sumatera
Ketua Umum PAN ini juga menanggapi tudingan yang mengaitkan dirinya sebagai sosok utama yang bertanggung jawab atas kerusakan hutan hingga bencana di Sumatera. Ia menyebut tudingan tersebut tidak berdasar. “Kalau dikatakan Indonesia rusak karena Zulkifli Hasan, saya tersanjung.
Kalau Sumatera banjir salah saya, Kalimantan rusak juga salah saya. Begitu berkuasa kah saya?” ujarnya dengan nada satire.
Ia memaparkan, Areal Penggunaan Lain (APL) memang dapat dimanfaatkan untuk kebun, sawah, dan ternak demi pembangunan daerah. “Tidak semua kawasan hutan adalah larangan total. Kebijakan harus menyesuaikan kebutuhan 280 juta penduduk,” katanya.
Baca juga : Waspada Pengaruh Buruk Digital, Tunggu Anak Siap
Terkait Tesso Nilo, Zulhas mengakui kawasan itu adalah area yang tak boleh dirambah dan menjadi salah satu penyesalannya karena penegakan hukum tidak berjalan optimal selama bertahun-tahun. Ia menyebut upaya terbaru pemerintah melalui Satgas yang dipimpin Menhan telah mulai membuka jalan penyelesaian.
Zulhas juga menyinggung kasus kerusakan hutan di Sumatera Utara seluas 40.000 hektare yang berubah menjadi kebun sawit. Meski pelakunya telah dipidana, negara tetap menghadapi kendala dalam mengambil kembali lahan tersebut.
“Baru era sekarang bisa, setelah ada Satgas,” katanya.
Baca juga : Soroti Banjir Dan Longsor Sumatera, Hanura Galang Bantuan Untuk Korban Bencana
Sebelum tampil di podcast, Zulkifli yang kini menjabat Menko Pangan turut meninjau lokasi banjir di Lubuk Minturun, Kota Padang, sambil menyalurkan bantuan berupa beras dan ikut membersihkan rumah warga terdampak.
Seperti diketahui, gelondongan kayu ikut terbawa arus saat banjir bandang di Sumut. Usai banjir bandang, kayu gelondong itu berserakan di berbagai lokasi, mulai dari pinggiran sungai hingga pantai. [BYU/FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya