Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
LAN Awards 2025 Dorong Ekosistem Terintegrasi Pembelajaran ASN
Rabu, 3 Desember 2025 22:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Upaya meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai fondasi birokrasi unggul masih menghadapi sejumlah tantangan.
Mulai dari pengembangan kompetensi yang belum sepenuhnya terintegrasi dengan perencanaan strategis nasional, perbedaan model pembelajaran di tiap instansi, hingga keterbatasan sumber daya dalam penyediaan program pelatihan.
Menjawab hal tersebut, Lembaga Administrasi Negara (LAN) mendorong percepatan transformasi pengembangan kompetensi ASN. Dari pola ego-system yang berjalan sendiri-sendiri, menjadi eco-system pembelajaran yang terhubung, kolaboratif, dan saling menguatkan lintas sektor, pemerintah, swasta, akademisi, media, hingga komunitas.
Demikian disampaikan Kepala LAN, Dr. Muhammad Taufiq dalam pembukaan National Future Learning Forum (NFLF) 2025 di Birawa Hall, Hotel Bidakara, Rabu (3/12/2025).
Mengusung tema “Collaborate to Elevate”, Taufiq menegaskan bahwa peningkatan kompetensi ASN merupakan salah satu kunci mencapai kesejahteraan rakyat.
Baca juga : PLN EPI Perkuat Ekosistem Bioenergi lewat Kolaborasi Swasta dan Koperasi
Proses tersebut harus dilakukan secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan, sehingga aparatur mampu memberikan layanan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Dengan penguatan kompetensi ASN secara berkesinambungan, setiap program pembangunan dapat berjalan efektif dan target strategis nasional dapat tercapai,” ujar Taufiq.
Pada forum ini, LAN menampilkan kolaborasi multipihak sebagai fondasi penguatan ekosistem pembelajaran ASN. Perubahan paradigma ini, menurut Taufiq, menjadi langkah fundamental dalam membangun kualitas SDM aparatur yang lebih adaptif.
“Pemerintahan modern tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri. Pengembangan kompetensi ASN harus dibangun dalam sistem yang saling terhubung, memanfaatkan sumber daya bersama, dan menghasilkan dampak yang terukur bagi kinerja pemerintahan,” tambahnya.
LAN berkomitmen memperkuat transformasi ekosistem pembelajaran ASN melalui integrasi platform belajar, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan riil instansi, serta perluasan jejaring kolaborasi strategis.
Baca juga : IITS 2025 Dorong Percepatan Transformasi Transportasi Publik Di Kawasan Global South
Langkah ini diharapkan melahirkan ASN unggul, responsif, dan berdaya saing dalam memberikan layanan publik yang lebih baik.
Wakil Menteri PANRB, Komjen Pol (Purn) Purwadi Arianto, turut mengapresiasi upaya LAN dalam membangun Learning Ecosystem ASN yang terbuka dan inklusif. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi prasyarat penting untuk mendorong perbaikan layanan publik.
“Untuk mewujudkan hal tersebut tentu dibutuhkan komitmen bersama. Forum ini menjadi langkah dalam menyatukan gerak serta memastikan bahwa pembelajaran ASN benar-benar berdampak pada pelayanan publik,” ujar Purwadi.
Purwadi menjelaskan bahwa ecosystem pembelajaran dapat mengubah arah dan strategi pengembangan kompetensi ASN. Pertama, pemerintah dapat berkolaborasi dengan pihak swasta untuk menyediakan infrastruktur teknologi yang memungkinkan akses pembelajaran lebih luas.
Kedua, media dapat bekerja sama dengan akademisi untuk menyediakan konten edukasi yang menarik dan mudah diakses. Terakhir, masyarakat berperan sebagai agen pendukung yang memberikan umpan balik dan mendukung pembelajaran kolaboratif.
Baca juga : DPRD DKI Dorong Pemprov Gencarkan Program Pelatihan Kerja
Melalui kolaborasi tersebut, ia berharap setiap ASN mampu meningkatkan kapasitas dalam mendukung perbaikan pelayanan publik. Pada kesempatan itu, LAN juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkolaborasi sebagai pejuang pengembangan kompetensi ASN.
Di antaranya, penghargaan Transformational Leader untuk pimpinan instansi yang berdedikasi dalam pengembangan kompetensi ASN diberikan kepada: Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal Pol (Purn) Drs. Agus Andrianto, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, Menteri Sosial Drs. K.H. Saifullah Yusuf, Jaksa Agung Prof. Dr. ST. Burhanuddin.
Selanjutnya, Gubernur Jawa Timur – Dr. (H.C.) Khofifah Indar Parawansa, M.Si, Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti dan Bupati Garut Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin.
Kemudian, penghargaan Mitra Strategis diberikan kepada: BKN, Kementerian PANRB, ANRI, Polri, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Tanoto Foundation, Pijar Foundation, Gerakan Nasional Indonesia Kompeten, Ari Ginanjar University/ESQ, Vanaya & Companies, MarkPlus Institute, PT QuBisa Anugerah Indonesia, United in Diversity, Microsoft Indonesia, dan KTM Solution.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya