Dark/Light Mode

Hujan Deras Tak Padamkan Semangat Pentas Budaya PWI Jakarta di Gunung Padang

Jumat, 5 Desember 2025 14:59 WIB
Pentas budaya PWI Jakarta di Gunung Padang. (Foto: PWI Jakarta)
Pentas budaya PWI Jakarta di Gunung Padang. (Foto: PWI Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hujan deras yang membasahi kawasan Gunung Padang sejak siang hingga malam, Kamis (4/12/2025), tak menyurutkan semangat PWI Jakarta untuk tetap menggelar pentas budaya di situs prasejarah itu. Meski lokasi acara dipindahkan dari area terbuka ke Pendopo Gunung Padang, seluruh rangkaian pertunjukan berjalan lancar, hangat, dan tetap sarat makna.

Acara dibuka dengan alunan Sape dari grup SlarasBudaya oleh Ghodiel Sapeq dan Arke Nurdjatni Soedjatno. Petikan instrumen tradisional Dayak itu menghadirkan suasana sakral yang langsung menangkap perhatian tamu, meski panggung bergeser ke ruang tertutup.

Penonton kemudian disuguhi Tari Bedhoyo Nawasena karya Perkumpulan Arkamaya Sukma. Tarian yang disusun Martini Brenda dengan iringan musik Lumbini Tri Hasto itu dibawakan tujuh penari: Lina Agung, Ragil Endang Srimulyani, Elisabeth Kusuma Indreswari, Ipung Purwanti, Martini Brenda, Mustika Handayani, dan Tiana Poesponegoro Soeharto. Gerak halus berpadu kuat menyampaikan pesan keselamatan dan harapan masa depan.

Suasana makin hangat saat Komunitas SlarasBudaya menampilkan Tari Rejang Sari karya I Ketut Rena. Tarian yang dibawakan Grantyartha, Nurmadelina, Sri Utami P., Anna Diani Nari Ratih, Laras Kusumadewi, Susan Indahwati, Winedari Wiyono, Pritha Nandini, dan Arke Nurdjatni Soedjatno itu menegaskan nilai kebersamaan, ketulusan, dan kesetaraan.

Baca juga : Majelis Hukama Muslimin Sampaikan Belasungkawa atas Banjir & Longsor di Sumatera

Penanggung Jawab kegiatan, Dar Edi Yoga, menegaskan perubahan lokasi akibat cuaca ekstrem tak mengurangi esensi acara. “Ini bukan sekadar pentas seni. Ini ikhtiar merawat kebudayaan sekaligus meneguhkan jati diri bangsa,” ujarnya, Kamis malam (4/12/2025).

Ia menambahkan, menghadirkan seni di Gunung Padang adalah cara menghormati sejarah sekaligus memperkuat identitas kebangsaan.

Apresiasi disampaikan Ali Akbar, Ketua Tim Penelitian dan Pemulihan Situs Megalitik Gunung Padang. Ia memuji konsistensi PWI Jakarta dalam memadukan kegiatan kebudayaan dengan pelestarian situs.

“Kami sangat menghargai kegiatan ini. Pagelaran seni di ruang bersejarah seperti Gunung Padang bukan hanya memperkaya pengalaman budaya, tetapi juga menguatkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga warisan peradaban,” ungkapnya.

Baca juga : PSI Dirikan Dapur Umum dan Posko Bantuan Korban Banjir di Padang

Ali berharap, kegiatan serupa terus berlanjut agar masyarakat makin memahami nilai arkeologis, historis, dan spiritual situs tersebut.

Dalam suasana pendopo yang lebih intim, setiap alunan musik dan gerak tari terasa makin menyentuh. Ketua Panitia Rudolf Simbolon, didampingi Rosy Maharani, menuturkan antusiasme peserta justru meningkat. “Kedekatan ruang menciptakan kedekatan batin. Semua terasa lebih menyatu,” ujarnya.

Pagelaran yang didukung Oval Advertising dan Pertamina Hulu Indonesia itu membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat terus menyala dalam kondisi apa pun. Gunung Padang kembali menjadi ruang perjumpaan antara sejarah, seni, spiritualitas, dan keberagaman Nusantara.

Sejumlah tokoh hadir dalam acara itu, antara lain Laksma TNI (Purn) Darbagus J.P, Romo Kolonel (Purn) Yos Bintoro, Romo Hubert CJD, Kolonel Laut (KH) Pundjung, Ketua Bidang Hukum dan Pembelaan Wartawan PWI Pusat Anrico Pasaribu, Anggota Dewan Pakar PWI Pusat Raldy Doy, Sekretaris PWI Jaya Arman Suparman, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama PWI Jaya Tubagus Adhi, serta jajaran pengurus PWI Pusat dan PWI Jaya.

Baca juga : Yuk Jadikan DKI Kota Yang Nyaman Dan Bebas Tawuran

Pentas budaya ini meneguhkan kembali bahwa seni adalah cahaya yang menyatukan masa lalu, masa kini, dan masa depan—dipersembahkan sepenuh hati untuk Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.