Dark/Light Mode

Permodalan UMKM Seret

Imin Wacanakan Skema Pembiayaan Tanpa Agunan

Selasa, 25 November 2025 06:55 WIB
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar saat menjadi keynote speaker dalam Talkshow bertajuk: Skema Financing untuk Pemberdayaan Masyarakat: Kolaborasi Pendanaan untuk Indonesia Berdaya, di kantor Kemenko PM, Jakarta, Senin (24/11/2025). Foto: Instagram cakiminow
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar saat menjadi keynote speaker dalam Talkshow bertajuk: Skema Financing untuk Pemberdayaan Masyarakat: Kolaborasi Pendanaan untuk Indonesia Berdaya, di kantor Kemenko PM, Jakarta, Senin (24/11/2025). Foto: Instagram cakiminow

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya terobosan skema pem biayaan untuk memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Masih banyak hambatan yang membuat pelaku usaha kecil kesulitan memperoleh permodalan.

Pernyataan itu disampaikan Muhaimin saat menjadi keynote speaker dalam Talkshow bertajuk: Skema Financing untuk Pemberdayaan Masyarakat: Kolaborasi Pendanaan untuk Indonesia Berdaya, di kantor Kemenko PM, Jakarta, Senin (24/11/2025).

Baca juga : Perempuan Partai Gerindra Soroti Nasib Guru Madrasah

“Banyak UMKM masih menghadapi tantangan permodalan yang signifikan. Kita tidak punya waktu untuk berjalan lambat. Di luar sana jutaan usaha masyarakat sedang berlari mengejar kesempatan hidup yang lebih baik,” ujarnya.

Ketua Umum PKB ini menuturkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama bertahun-tahun berada pada kisaran stabil 5 persen. Namun, pertumbuhan itu belum dirasakan merata oleh masyarakat, terutama para pelaku usaha informal. “Secara makro bagus, tetapi secara mikro belum terasa,” katanya.

Baca juga : Sudah Pegang KTA, Dua Politisi Senior Masuk Gerindra Kalimantan Timur

Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu mengidentifikasi sejumlah hambatan yang kerap membatasi akses permodalan UMKM. Di antaranya, syarat agunan yang ketat, literasi keuangan yang rendah, serta inovasi industri keuangan formal yang berjalan lamban.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Muhaimin mengusulkan skema pembiayaan mikro yang inklusif, yakni pembiayaan tanpa agunan namun tetap prudent melalui penilaian kelayakan kredit berbasis arus kas bisnis yang sehat (innovative credit scoring).

Baca juga : Menperin Tancap Gas Cetak SDM Go Digital

“Skema pembiayaan juga harus disertai pendampingan atau inkubasi usaha, serta bunga kompetitif dengan angsuran fleksibel melalui berbagai platform pembayaran,” jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.