Dark/Light Mode

Serukan Solidaritas Global

Sekjen Liga Muslim Dunia Sampaikan Khutbah Jumat Di Jakarta

Jumat, 5 Desember 2025 22:09 WIB
Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (MWL), Yang Mulia Syekh Dr. Mohammed Al-Issa, menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Foto: MWL
Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (MWL), Yang Mulia Syekh Dr. Mohammed Al-Issa, menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Foto: MWL

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (MWL), Yang Mulia Syekh Dr. Mohammed Al-Issa, menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Dalam pesannya, beliau menyerukan umat Islam di seluruh dunia untuk memperkuat persatuan, menjaga akhlak mulia, serta menghadapi tantangan global dengan keteguhan moral dan solidaritas kolektif. Ribuan jamaah memenuhi masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Dr. Al-Issa memuji Indonesia sebagai model moderasi beragama dan kehidupan harmonis yang diakui dunia, sekaligus menunjukkan bahwa bangsa ini mampu menjaga identitas keislaman sambil merangkul keberagaman sebagai sumber kekuatan nasional.

Baca juga : Aprozi Alam Serukan Solidaritas untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Dalam khutbahnya, Al-Issa menegaskan bahwa nilai inti Islam adalah kasih sayang, kerja sama, dan solidaritas. “Seorang Muslim adalah akhlak yang berjalan di muka bumi,” kata Al-Issa.

Ia menekankan setiap ujian dan tantangan seharusnya memperkuat karakter seorang mukmin. Bukan sebaliknya melemahkan. Al-Issa mengajak umat meneladani misi Nabi Muhammad dalam menyempurnakan akhlak.

Bahkan, menjadikan iḥsan dan keunggulan moral sebagai pedoman dalam tindakan nyata. Al-Issa juga menyoroti dua tantangan besar yang dihadapi umat Islam global.

Baca juga : Platform Digital Minhaj Iktiar Liga Muslim Dunia Satukan Umat Islam Dunia

Pertama, meningkatnya Islamofobia dan kedua perpecahan internal. Ia mengingatkan jamaah tentang penetapan 15 Maret sebagai Hari Internasional Melawan Islamofobia oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Di mana momentum ini menegaskan diskriminasi dan hasutan terhadap umat Islam masih terjadi di banyak belahan dunia. Sehingga, memerlukan respons bersama yang kuat.

Di saat bersamaan, ia menegaskan sektarianisme dan pelabelan ideologis justru melemahkan kekuatan umat dari dalam. Sepanjang sejarah jug telah membuka ruang bagi kelompok ekstrem dan teroris.

Baca juga : Muzani Temui Sekjen Liga Muslim Dunia, Beri Selamat Launching Platform Digital

Menurutnya, keragaman mazhab dan perbedaan pandangan fiqih harus dipandang sebagai kekayaan intelektual Islam, bukan sumber perpecahan. “Orang-orang beriman itu laksana satu tubuh, jika satu bagian sakit, seluruh tubuh merasakannya,” tegasnya.

Al-Issa juga menyinggung inisiatif besar MWL, yaitu Piagam Membangun Jembatan Antar Mazhab Islam yang diluncurkan di Makkah.

Di mana, piagam tersebut berisi 28 pasal untuk memperkuat persatuan, mempromosikan harmoni, dan menegaskan keberagaman adalah sumber berkah. Ia menyampaikan apresiasi kepada para ulama Indonesia atas kontribusi penting dalam penyusunan piagam tersebut. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.