Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Aprozi Alam Serukan Solidaritas untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera
Sabtu, 29 November 2025 10:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali dilanda banjir bandang, tanah longsor, serta gempa bumi dalam beberapa waktu terakhir.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa bencana ini berdampak pada puluhan kabupaten/kota, merusak infrastruktur, rumah masyarakat, dan mengancam keselamatan jiwa.
Menyikapi situasi tersebut, Anggota Komisi VIII DPR yang membidangi urusan sosial dan penanggulangan bencana, Aprozi Alam, menyampaikan keprihatinan mendalam.
"Atas nama pribadi dan keluarga besar Komisi VIII DPR, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada saudara-saudara kita yang terdampak, serta keluarga yang kehilangan orang tercinta di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kita turut berduka. Semoga para korban yang meninggal dunia diterima di sisi-Nya, yang luka-luka segera pulih, dan seluruh warga yang terdampak diberi ketabahan," ujar Aprozi Alam, Sabtu (29/11/2025).
BNPB mencatat banjir dan longsor melanda wilayah yang luas di Sumatera. Di Aceh, bencana terjadi di Aceh Barat, Aceh Timur, Aceh Utara, Singkil, dan Bireun. Di Sumatera Utara, banjir dan longsor terjadi di Kabupaten Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Pakpak Barat, Tapanuli Tengah, Serdang Bedagai, dan Nias.
Di Padang Sidempuan, banjir pada 25 November 2025 berdampak pada sekitar 220 jiwa, 17 unit rumah, dan satu warga dilaporkan hilang.
Baca juga : PTAR Salurkan Bantuan Darurat untuk Banjir dan Longsor Tapanuli
Gempa tektonik M6,3 di barat laut Sinabang yang getarannya terasa hingga Medan turut menambah kekhawatiran. Cuaca ekstrem ini dipicu antara lain oleh Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B.
Di Sumatera Barat, bencana melanda Kota Padang, Tanah Datar, Bukittinggi, Solok, Pesisir Selatan, Padang Panjang, Pasaman Barat, dan Lima Puluh Kota.
Di Kabupaten Agam, banjir pada 25 November 2025 berdampak pada 42 kepala keluarga (143 jiwa) serta 21 unit rumah. BNPB mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga awal Desember. Kondisi ini menuntut kewaspadaan dan kesiapsiagaan maksimal dari seluruh pihak.
“Saat ini, saudara-saudara kita membutuhkan bantuan logistik, kebutuhan dasar, selimut, obat-obatan, hingga trauma healing. Mari kita salurkan bantuan melalui lembaga-lembaga terpercaya sebagai wujud nyata solidaritas Indonesia. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti untuk meringankan beban mereka,” tuturnya.
Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar telah mengirimkan Tim Tanggap Bencana Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) berupa 5 ton makanan dari Ketua Umum DPP Golkar, H. Bahlil Lahadalia, ke lokasi banjir bandang di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Sibolga, Sumatera Utara, pada Rabu (26/11/2025).
Selain mendorong respons tanggap darurat, Legislator Golkar dari Dapil Lampung tersebut menekankan pentingnya langkah strategis dalam mitigasi bencana ke depan.
Baca juga : Pertamina All Out Jaga Pasokan Energi Ke Wilayah Terdampak Banjir Sumatera
Aprozi mengusulkan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur publik yang rusak, seperti jembatan, jalan, dan sekolah, serta dukungan untuk pembangunan kembali rumah warga.
Ia juga menegaskan perlunya evaluasi dan penegakan hukum tata ruang di daerah rawan bencana. Penindakan terhadap alih fungsi lahan, terutama di kawasan hutan dan daerah aliran sungai (DAS), harus dilakukan secara tegas.
Aprozi juga mendorong penguatan sistem peringatan dini (early warning system) guna mengantisipasi bencana.
Investasi dan pemeliharaan sistem peringatan dini hidrometeorologi perlu ditingkatkan untuk memberikan waktu evakuasi yang cukup bagi masyarakat.
Menurutnya, pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat harus bersinergi melakukan edukasi dan pelatihan kebencanaan secara berkelanjutan.
Sosialisasi dan pelatihan berbasis komunitas harus digencarkan hingga tingkat desa agar masyarakat di daerah rawan menjadi garda terdepan dalam menghadapi bencana.
Baca juga : Kodam I/BB Bantu Korban Banjir Medan, Salurkan Sembako untuk Warga Terdampak
“Kita tidak bisa hanya berfokus pada respons darurat. Pencegahan dan kesiapsiagaan adalah kunci untuk meminimalisir korban jiwa dan kerugian material di masa depan," tegasnya.
Komisi VIII DPR akan terus mendorong dan mengawal kebijakan serta anggaran yang berpihak pada pengurangan risiko bencana.
"Kami juga terus berkomunikasi dengan Kepala BNPB dan Kementerian Sosial untuk memastikan percepatan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir,” ucap Aprozi Alam.
Menutup pernyataannya, Aprozi menyampaikan pesan, harapan dan doa.
“Melalui ujian ini, mari kita perkuat solidaritas. Kepada para korban, kami akan terus mendampingi dan memperjuangkan hak-hak Anda. Kepada para relawan dan tenaga medis di lapangan, kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Semoga Allah SWT melindungi kita semua dan memberikan kekuatan untuk melewati cobaan ini," tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya