Dark/Light Mode

Soal Banjir Sumatera Hanya Ramai Di Medsos, Kepala BNPB Minta Maaf

Sabtu, 6 Desember 2025 08:22 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (Foto: Tangkapan layar Instagram BNPB)
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (Foto: Tangkapan layar Instagram BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto kembali meminta maaf soal pernyataannya yang menyebut banjir Sumatera hanya ramai di media sosial (medsos). Permintaan maaf itu disampaikan lagi menanggapi sindiran hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra.

"Saya menyesal dan meminta maaf,” kata Suharyanto, dalam pernyataannya, Jumat (5/12/2025).

Pernyataan “banjir hanya ramai di medsos” sebelumnya disampaikan Suharyanto, Jumat (28/11/2025), saat meninjau kondisi bencana di Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut).

"Memang kemarin kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial. Tetapi, begitu kami tiba langsung di lokasi, banyak daerah yang sudah tidak hujan. Yang paling serius memang Tapanuli Tengah, tetapi wilayah lain relatif membaik," ucapnya, ketika itu.

Pernyataan tersebut pun viral. Suharyanto langsung dirujak netizen. Tak lama kemudian, Suharyanto menyadari pernyataannya salah. Dia pun memohon maaf.

Baca juga : Gubernur Mualem: Kepala Daerah Cengeng, Mundur!

"Saya tak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati," kata Suharyanto, usai meninjau lokasi terdampak banjir di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Minggu (30/11/2025).

Namun, kritikan terhadapnya tidak mereda. Termasuk kritikan keras dari hakim MK Saldi Isra, Kamis (4/12/2025), saat sidang permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI.

"Saya sebetulnya agak merasa sedih juga pernyataan seorang perwira tinggi soal bencana di Sumatera Barat itu," ucap Saldi. 

Hakim kelahiran Padang, Sumatera Barat (Sumbar), ini amat menyayangkan pernyataan Suharyanto tersebut keluar di tengah masa sulit. "Masa bencana dikatakan hanya ributnya di medsos saja. Nah, itu salah satu poin, sebagai orang yang berasal dari daerah bencana, saya perlu sampaikan itu, sekaligus untuk bisa jadi refleksi untuk TNI juga," tutur Saldi.

Dalam pernyataan terbaru, Suharyanto menerangkan, pernyataan itu sebenarnya tidak terkait dengan banjir Sumatera secara keseluruhan. Melainkan hanya terkait Tapanuli Utara, yang kondisinya lebih ringan dibanding daerah lain.

Baca juga : Polri-Kejagung-Kemenhut Usut Kayu Gelondongan

“Saat saya datang sejak hari pertama bencana di lapangan, di Tarutung, Silangit, dan sekitarnya, tidak separah Tapanuli Tengah dan Sibolga. (Pernyataan itu) untuk menenangkan masyarakat di sana, tapi redaksinya keliru, saya siap salah," ucapnya.

Suharyanto meyakinkan publik, penjelasannya ini bukan untuk membela diri. Dari lubuk hati paling dalam, dia memastikan tak pernah berniat meremehkan bencana banjir bandang dan tanah longsong yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

"Demi Allah, tidak sedikit pun di hati, pikiran, dan tindakan saya yang meremehkan bencana ini," imbuhnya.

Sejak awal bencana, Suharyanto tak keluar dari lokasi bencana. Pihaknya juga telah mengerahkan kekuatan penuh, baik personel, materiil, maupun sumber daya lainnya yang dimiliki BNPB.

Suharyanto kembali menekankan, telah menyadari kesalahan pernyataan itu dan akan memperbaiki pola komunikasi. Dia tidak akan banyak mengeluarkan pernyataan, dan memilih untuk fokus kerja.

Baca juga : Jalan Terhalang Kayu Dan Batu, Diam Di Mobil Berjam-jam

"Saya bekerja saja di lapangan sekuat tenaga agar tidak blunder lagi untuk pemberitaan ke media. Saya juga minta Kapusdatin (Kepala Pusat Data dan Informasi) dan beberapa unsur pengarah BNPB yang menyampaikan (pernyataan)," kata Suharyanto.

Mantan Pangdam V/Brawijaya ini memastikan, seluruh jajaran BNPB berusaha bekerja maksimal. "Semoga kami bisa menunjukkan dharma bhakti yang terbaik baik bagi masyarakat Aceh, Sumut, Sumbar, dan tentu bagi seluruh rakyat Indonesia," ucap Suharyanto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.