Dark/Light Mode

Meski Darurat Bencana, Peradi Pastikan UPA Di Sumatera Tetap Terselenggara

Sabtu, 6 Desember 2025 21:41 WIB
Ketua Umum DPN Peradi, Prof Otto Hasibuan usai meninjau pelaksanaan UPA di UNJ, Sabtu (6/12/2025). Foto: Peradi
Ketua Umum DPN Peradi, Prof Otto Hasibuan usai meninjau pelaksanaan UPA di UNJ, Sabtu (6/12/2025). Foto: Peradi

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi menggelar Ujian Profesi Advokat (UPA) secara serentak di 46 kota, termasuk tiga provinsi di Pulau Sumatera yang saat ini berstatus tanggap darurat bencana.

Ketua Umum DPN Peradi, Prof Otto Hasibuan, menyebut total ada 3.881 peserta yang mengikuti UPA. Mayoritas mengikuti ujian di Jakarta yang dipusatkan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

“Khusus di Jakarta ini, jumlahnya yang ikut ujian adalah 1.026,” ujar Prof Otto usai meninjau pelaksanaan UPA di UNJ, Sabtu (6/12/2025).

Didampingi Ketua Panitia UPA, R. Dwiyanto Prihartono, serta jajaran pengurus Peradi, Prof Otto memastikan penyelenggaraan UPA di 46 kota berjalan lancar, termasuk di Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), dan Aceh yang masih menghadapi situasi darurat bencana.

“Ada beberapa kendala, yaitu karena ada banjir di daerah Sumatera. Tapi saya dapat laporan, semua berhasil bisa dibawakan soal ujian dari sini, karena itu dilakban,” ucapnya.

Baca juga : Progress Pemulihan Listrik Pasca Banjir Sumatera: Sumbar 100 Persen Nyala

Ia juga menerima laporan mengenai perjuangan panitia UPA di Bukittinggi, Sumbar, yang harus menghadapi kondisi medan berat demi membawa soal ujian.

“Mereka harus bisa melewati lumpur untuk bisa sampai membawa soal ujian,” ungkapnya.

Terkait kehadiran peserta di tiga daerah terdampak bencana, Prof Otto mengatakan pihaknya masih menunggu laporan lengkap dari panitia daerah.

“Itu nanti kita akan dapat laporannya. Tapi soal-soal yang dibawa dari Jakarta itu berhasil kita sampaikan ke sana. Aceh dan sebagainya juga bisa,” jelasnya.

Ditanya soal kemungkinan adanya kebijakan khusus bagi peserta yang tidak dapat hadir akibat bencana, misalnya karena akses jalan terputus, Prof Otto menyebut hal tersebut sedang dibahas.

Baca juga : PLN IP Pastikan Keandalan Listrik Sumut dan Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak

“Itu sedang kita pertimbangkan, kalau seandainya mereka tidak bisa datang ujian gara-gara bencana, kita coba ambil jalan, solusi keluarnya bagaimana. Sedang kita pertimbangkan,” katanya.

Prof Otto kembali menegaskan bahwa UPA Peradi menerapkan prinsip zero korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Kelulusan peserta sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan masing-masing. “Kalau mereka memang bisa, ya lulus. Kalau nggak bisa, ya nggak lulus,” tandasnya.

Ia menambahkan, ketatnya penyelenggaraan ujian justru tidak menyurutkan minat peserta. Menurutnya, publik tetap mencari lembaga dan mekanisme ujian yang kredibel.

“Mestinya kalau sulit kan lari, gitu. Ini enggak, tetap saja banyak pesertanya. Memang kita tahu, di mana-mana orang selalu mencari, kalau dia mau kuliah di suatu universitas, pasti cari universitas terbaik. Di sini juga gitu, melakukan pendidikan, cari pendidikan yang terbaik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prof Otto memastikan Peradi akan memberikan bantuan untuk korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Ia menyebut banyak advokat yang menanyakan soal penggalangan donasi untuk membantu warga terdampak.

Baca juga : Pakar ITB Beberkan Solusi Ketahanan Bencana di Sumatera, Ini Poin Pentingnya

Menurutnya, pekan lalu Peradi sebenarnya sudah berencana berangkat ke Sumatera untuk menyalurkan bantuan. Namun rencana tersebut ditunda setelah melihat kondisi lapangan yang belum memungkinkan.

“Jadi mungkin kami pikir sekarang pemerintah yang turun tangan untuk membuka aksesnya. Peradi pasti ikut memberikan dukungan moral, doa, uang. Nanti kita akan kumpulkan bersama. Cuma timing-nya, coba akan kita lihat, mana yang paling tepat nantinya,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.