Dark/Light Mode

Reformasi Polri Harus Jaga Independensi Penegakan Hukum

Jumat, 12 Desember 2025 15:06 WIB
Koordinator Komrad Pancasila Antony Komrad. Foto: Dok Komrad
Koordinator Komrad Pancasila Antony Komrad. Foto: Dok Komrad

RM.id  Rakyat Merdeka - Koordinator Komrad Pancasila Antony Komrad mengingatkan, Tim Reformasi Polri tugasnya adalah menjadi motor pembenahan institusi kepolisiam. Tim ini akan kehilangan legitimasi moral jika terlibat dalam penanganan perkara yang tengah berjalan.

Menurutnya, prinsip dasar yang harus dijaga adalah pemisahan tegas antara fungsi pembenahan kelembagaan dan proses penegakan hukum.

"Tim reformasi Polri harus fokus membenahi kultur, sistem pengawasan, tata kelola SDM, dan akuntabilitas kepolisian. Jangan terlibat bersuara dalam perkara tertentu," kata Antony dalam keterangannya, Jumat (12/12/2025).

Baca juga : IKADIN Sampaikan 6 Rekomendasi Reformasi Polri Perkuat Kepercayaan Publik

Komrad Pancasila menegaskan, penghormatan terhadap asas praduga tak bersalah tak lantas berarti menghentikan perkara atau membebaskan tersangka.

Jika ada dugaan pelanggaran prosedur, jalurnya sudah jelas. Yakni praperadilan, pengawasan internal, atau mekanisme hukum lain yang tersedia. Bukan melalui tekanan opini publik.

"Kalau ada yang menganggap penetapan tersangka keliru, silakan diuji di pengadilan. Jangan merusak marwah penegakan hukum yang independen," tegas Antony.

Baca juga : Vokasi Tulang Punggung Industri Nasional, Kemenperin Genjot Penguatan SDM

Dia mendukung upaya Polri mengungkap aktor intelektual di balik peristiwa kerusuhan akhir Agustus lalu. Ditegaskan, kerusuhan Agustus bukan peristiwa ringan. Ada korban, kerugian sosial, dan potensi jaringan yang lebih besar di belakangnya.

Dalam konteks itu, Polri butuh ruang kerja yang tenang dan profesional. Bukan tambahan beban berupa tekanan politik dan opini publik.

"Ini soal keamanan negara dan keselamatan warga. Polri harus diberi ruang penuh untuk menelusuri aliran dana, komunikasi, dan skenario besar di balik peristiwa itu. Setiap tekanan yang menggiring hanya akan mempersulit penyingkapan aktor intelektual," kata Antony.

Baca juga : Mendagri Ungkap Peluang Indonesia Menjadi Negara Maju

Antony menegaskan, Komrad Pancasila tetap mendukung Reformasi Polri, namun dengan catatan tegas: reformasi jangan melemahkan penegakan hukum.

"Kami mendukung penuh reformasi Polri yang memperkuat independensi penyidik. Biarkan penyidik bekerja secara profesional, dan biarkan pengadilan yang menguji. Itu baru namanya penegakan hukum yang sehat dalam semangat Pancasila," tegas Antony Komrad.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.