Dark/Light Mode

Bersama Slank, Bos HS Salurkan Bantuan Bagi Mahasiswa Sumatera Di Semarang

Senin, 15 Desember 2025 14:47 WIB
Haji Muhammad Suryo mengajak Slank mengunjungi Asrama Mahasiswa Aceh Pocut Meurah Intan yang berlokasi di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Foto: Dok HS
Haji Muhammad Suryo mengajak Slank mengunjungi Asrama Mahasiswa Aceh Pocut Meurah Intan yang berlokasi di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Foto: Dok HS

RM.id  Rakyat Merdeka - Bos perusahaan rokok asal Yogyakarta, HS, Haji Muhammad Suryo mengajak Slank mengunjungi Asrama Mahasiswa Aceh Pocut Meurah Intan yang berlokasi di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, jelang konser Hey Slank X HS Berani Kita Beda.

Mereka menyalurkan bantuan bagi mahasiswa sebagai wujud kepedulian. Mengusung konsep acara 'Riding untuk Berbagi', HS bersama Slank berkendara Vespa ditemani seratusan pengendara skuter Semarang.

Mereka bersama-sama konvoi menuju asrama mahasiswa Sumatera untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Rombongan dipimpin bos HS, Haji Suryo sapaan akrab Muhammad Suryo, diikuti Bimbim, Kaka Slank, hingga iring-iringan rombongan pun mengular.

Sempat berputar di pusat Kota Semarang, dari Tugu Muda dan Simpang Lima, rombongan sampai di Asrama Aceh. Mereka disambut seratusan mahasiswa dari berbagai komunitas, seperti Ikatan Pelajar Aceh Semarang (IPAS), Ikatan Mahasiswa Minang (IKAMI), dan Himpunan Mahasiswa Sumatera Utara (HIMSU). Rombongan juga disambut Ikatan Masyarakat Aceh.

Suasana haru bercampur bahagia tersaji ketika HS dan Slank menyampaikan duka mendalam serta menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok dan alat tulis kepada mereka.

Baca juga : INSA Kirim 2 Peti Kemas Bantuan Bencana Sumatera via Kapal Meratus

"Ini bentuk kepedulian HS dan Slank untuk saudara kita dari Sumatera yang sedang tertimpa bencana. Kami sadar, tak hanya mereka yang ada di Sumatera, adik-adik mahasiswa di sini juga pasti terdampak akibat bencana ini. Kami hadir untuk membantu," ucap Haji Suryo dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (15/12/2025).

Haji Suryo yang semasa kuliah juga merantau dari Bengkulu ke Yogyakarta merasakan betul bagaimana harus berjuang di tanah rantau. Banyak tantangan yang harus dihadapi demi mewujudkan mimpi. Apalagi, keluarga di kampung halaman sedang susah akibat tertimpa bencana seperti yang sedang dialami mahasiswa asal Sumatera.

"Semoga, bantuan ini bermanfaat dan mampu meringankan beban adik-adik mahasiswa asal Sumatera yang sedang belajar di Semarang ini. Mereka yang kirimannya telat akibat bencana, bisa sedikit tenang untuk terus belajar di sini," jelas Haji Suryo.

Suasana di Asrama Aceh saat itu makin akrab ketika salah satu mahasiswi asal Sumbar unjuk kebolehan menyanyikan satu lagu daerahnya. Kaka, sang vokalis Slank, tampak memperhatikan dengan serius. Kegiatan kemudian dilanjutkan dialog singkat.

Kaka, mewakili Slank, menyampaikan salam dari Ivan K (bass), Abdee (gitar), dan Ridho (gitar) yang tak bisa bergabung untuk bersilaturahmi ke Asrama Aceh.

Baca juga : Serikat Pekerja XLSMART Salurkan Bantuan Banjir di Aceh Tamiang

"Salam dari Abdee, Ridho dan Ivan. Kami, kita semua ikut berduka atas musibah bencana ini, tapi insya Allah semua bisa kita lalui dan saling bantu," kata Kaka.

Dia juga memberikan semangat kepada mahasiswa. "Saya cuma ingun adik-adik, anak-anakku yang kuliah di Semarang tetap semangat, fokus kuliahnya, ujian ini bikin makin kuat," tambahnya.

Para mahasiswa kemudian meminta Slank menyanyikan sebuah lagu untuk menghibur. Tak butuh lama, Kaka langsung mengambil mikrofon dan menyanyikan refrain lagu berjudul Ku Tak Bisa dari Album PLUR.

Tak ayal, hits Slank itu langsung jadi koor bersama, disusul tepuk tangan meriah. "Ku tak bisa, jauh, jauh, darimu!" senandungnya.

Tak lama, rombongan berpamitan. "Kami hadir untuk sedikit menghibur, sejenak healing, silakan nanti malam datang (ke konser Slank di Stadion Diponegoro Semarang)," ucap Kaka.

Baca juga : Khudori: Lebih Baik Bapanas Jadi Kementerian Saja

Ketua IPAS, Muhammad Haekal Halifah, tak menyangka Slank dan HS akan datang ke asrama mereka memberikan bantuan. Dia dan teman-temannya, termasuk dari komunitas Sumut dan Sumbar sangat bahagia menyambut kedatangan mereka.

"Ini bentuk nyata saling membantu. Bantuan seperti ini sangat berarti bagi kami," kata Haekal. Dia mengatakan, proses pendataan masih dilakukan. Teranyar, ada 107 mahasiswa Aceh yang keluarganya terdampak bencana banjir longsor, Sumut dan Sumbar jumlahnya hampir sama.

"Ada kawan kami dari Sumbar, keluarganya 10 orang meninggal dunia, beberapa juga masih bisa menghubungi orangtuanya. Kami sangat berterima kasih kepada HS dan Slank atas kepedulian ini," ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.