Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan Agung Sanusi, menyampaikan bahwa sebanyak 13.500 KWT di 33 provinsi telah menerima bantuan P2B pada tahun 2025. Bantuan senilai Rp 12,3 juta per KWT tersebut berupa 450 polybag bibit cabai keriting & rawit.
Selain itu, benih sayuran: tomat, kangkung, wortel, kacang panjang, terong, buncis, bibit pisang (60 polybag) dan jagung (60 polybag), sprayer elektrik, insektisida nabati, perangkap likat kuning, pupuk NPK 200 kg dan KNO3 25 kg.
Baca juga : SPPG Terjun Marelan Medan Bantu Warga Terdampak Banjir
Menurut Agung, bibit cabai yang diserahkan merupakan jenis unggul yang bisa dipanen cepat, maksimal 1,5 bulan setelah tanam. Dengan potensi hasil 0,5 kg per polybag, sekali panen kelompok bisa menghasilkan hingga 250 kilogram.
“Sebagian dikonsumsi, sebagian dijual, dan sebagian untuk suplai program MBG,” jelas Agung.
Baca juga : Wow, Main Video Game Ternyata Bermanfaat Bagi Kesehatan Mental
Program ini, tegasnya, adalah stimulan agar masyarakat terbiasa menanam pangan secara mandiri.
“Kalau semua kelompok ini berhasil, ke depan komoditas seperti cabai tidak akan bermasalah lagi,” tutupnya optimistis.
Baca juga : Polri Salurkan Air Bersih Dan Bantu Bersihkan Rumah Warga Di Agam Sumbar
Program P2B yang diinisiasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementerian Pertanian bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan pangan dan gizi keluarga melalui pemanfaatan pekarangan.
Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga, mendukung program pemerintah terkait pangan, khususnya 'Makan Bergizi Gratis' (MBG) dan menumbuhkan kemandirian pangan di tingkat keluarga dan desa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya